Beginilah Cara Penjajah Zionis Lecehkan Masjidil Aqsha

5 June 2017, 14:41.
Foto: Paltimes.net

Foto: Paltimes.net

RAMALLAH, Senin (Paltimes.net): Menteri Waqaf dan Urusan Agama Palestina Syaikh Yusuf Adeis mengatakan, selama bulan Mei lalu penjajah ‘Israel’ melakukan 100 lebih tindak pelecehan terhadap tempat-tempat suci dan ibadah. Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan kementeriannya kemarin (4/6) Adeis menambahkan, tindak pelecehan itu terjadi selama pelaksanaan perayaan hari-hari raya Yahudi. Belum lagi jumlah penyerbu Masjidil Aqsha yang semakin bertambah serta keributan perayaan yang mengepung kota Baitul Maqdis dengan kepungan militer.

Hal itu mengakibatkan warga setempat kesulitan melakukan mobilisasi dengan bebas dan beribadah. Di sisi lain, pasukan penjajah mempermudah dan memberikan pengamanan ketat kepada pemukim-pemukim ilegal Yahudi yang melakukan penyerbuan terhadap Masjidil Aqsha.

“Dan penjajah Zionis secara sistematis menargetkan para penjaga Masjidil Aqsha. Dengan beragam cara mereka memberikan tekanan kepada para penjaga, empat di antaranya terluka karena diserang saat mengamankan halaman Masjid Aqsha dari serbuan serta menangkap tiga penjaga yang lain,” ungkap Syaikh Adeis.

Beliau juga menegaskan bahwa pemerintahan Netanyahu merencanakan peningkatan kejahatan selama bulan Mei ini saat melakukan pertemuan mingguan di Tembok Al-Buraq yang bertepatan dengan Hari Baitul Maqdis. Setelah itu, pemerintah penjajah melalui Netanyahu mengklaim bahwa Tembok Al-Buraq dan Masjidil Aqsha selamanya akan berada dalam kekuasaan ‘Israel’.

Secara praktis, penjajah semakin gencar melakukan penggalian di bawah Masjidil Aqsha dan mencuri bebatuan peninggalan Islam. Semua itu dilakukan untuk melakukan Yahudisasi terhadap Masjidil Aqsha. Selain itu, selama bulan Mei telah disetujui pembangunan kereta gantung yang menghubungkan Baitul Maqdis bagian barat dengan bagian timur. Tujuannya, untuk mempermudah 130 ribu pemukim ilegal Yahudi yang ingin mengunjungi Tembok Al-Buraq.

Lebih lanjut Syaikh Adeis menjelaskan, berdasarkan fakta-fakta di lapangan terlihat jelas pasukan penjajah beserta para pemukim ilegal Yahudi ingin memisahkan Masjidil Aqsha dari warganya melalui rangkaian serangan dan penangkapan terhadap para penjaga Masjidil Aqsha. Lantas beliau memberikan seruan agar terus melakukan ribath di Masjidil Aqsha dan Masjid Al-Ibrahimi. Karena, penjajah Zionis melarang adzan selama 61 waktu shalat dan terus memasang pengamanan dan melakukan pengepungan terhadap Masjid Al-Ibrahimi.* (Paltimes.net | Sahabat Al-Aqsha/Dul)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pemuda Palestina Dikeroyok Serdadu Zionis
Eks Tawanan Palestina Kembali Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup »