Hamas: ‘Selama Ini Saudi Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina, Pernyataan Menlunya Ini Memukul Rakyat Palestina’
8 June 2017, 13:57.

Foto: Hamas.ps
GAZA, Kamis (Hamas.ps | Middle East Monitor): “Kami ingin melihat Qatar melaksanakan janji beberapa tahun silam mengenai dukungannya terhadap kelompok-kelompok ekstremis dan campur tangannya dengan urusan negara lain,” ungkap Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir, Selasa (6/6) lalu di Paris. Ia juga menyatakan bahwa Qatar harus menghentikan dukungannya terhadap Hamas dan Ikhwanul Muslimin demi memulihkan hubungan dengan negara-negara Arab lainnya.
Terkait hal ini, Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyayangkan pernyataan tersebut yang terkesan memprovokasi Hamas. Dalam pernyataan tertulisnya, kemarin (7/6), Hamas menganggap pernyataan sikap yang keluar dari Arab Saudi, negara yang selama ini memberikan dukungan terhadap persoalan dan perjuangan rakyat Palestina, terasa sangat asing.
Karena, menurut Hamas, pernyataan semacam itu merepresentasikan pukulan bagi rakyat Palestina, bangsa Arab, serta ummat Islam yang menjadikan urusan Palestina sebagai pusat segala urusan. Dan memandang Hamas sebagai gerakan perlawanan yang mencanangkan agenda perlawanan terhadap penjajah Zionis yang merupakan “musuh bersama” bagi bangsa Arab dan ummat Islam. Terlebih Hamas beserta gerakan perlawanan Islam yang lain tengah berjuang membela tanah lokasi Isra’ dan Mi’raj, kiblat pertama, serta satu dari tiga tempat suci setelah Ka’bah dan Nabawi.
Lebih lanjut Hamas menjelaskan, tidak ada satu pun yang memungkiri bahwa penjajah Zionis telah mengeksploitasi pernyataan semacam ini demi kepentingan menjalankan penjajahan serta tindak kejahatan terhadap rakyat Palestina, tanah mereka, tempat-tempat suci mereka, serta Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha.
Menurut Hamas, pernyataan Menlu Adel Al-Jubeir telah melanggar hukum internasional, sikap bangsa Arab, dan ummat Islam yang menegaskan bahwa perlawanan serta perjuangan untuk memerdekakan tanah air merupakan hak bagi rakyat Palestina. “Kami dari Hamas mengajak saudara-saudara kita di Arab Saudi untuk memberikan sikap atas pernyataan yang justru mendiskreditkan Arab Saudi atas sikapnya terhadap urusan dan hak-hak rakyat Palestina,” demikian pungkas Hamas dalam pernyataan tertulisnya.
Menlu Adel Al-Jubeir ketika itu mengatakan Qatar tahu benar apa yang harus dilakukan untuk memulihkan hubungan dengan Riyadh dan sekutu-sekutu Arabnya. “Tak ada yang ingin menyakiti Qatar. Qatar harus memilih apakah harus bergerak pada satu arah atau arah yang lain.”
Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain Senin (5/6) lalu menyatakan akan memutuskan seluruh hubungan dengan Qatar, karena menuding negara tersebut mendukung terorisme. Al-Jubeir menambahkan bahwa Qatar merongrong Otoritas Palestina dan Mesir karena mendukung Hamas dan Ikhwanul Muslimin. “Kami tidak berpikir ini baik. Qatar harus menghentikan kebijakan-kebijakan tersebut sehingga bisa berperan demi stabilitas di Timur Tengah,” katanya.* (Hamas.ps | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha/Dul)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
