Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha: ‘Kita Menyalurkan 100% Amanah Masyarakat Tanpa Dipotong Operasional’

8 June 2017, 17:36.
Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha memegang pengeras suara bersama Ismail Ridwan, Menteri Waqaf dan Agama Palestina di Gaza tahun 2013. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha memegang pengeras suara bersama Ismail Ridwan, Menteri Waqaf dan Agama Palestina di Gaza tahun 2013. Foto: Sahabat Al-Aqsha

YOGYAKARTA, Kamis (Sahabat Al-Aqsha): Sejak masih berupa paguyuban sampai hari ini, selama sepuluh tahun berkhidmat, Sahabat Al-Aqsha (SA) berprinsip untuk mendanai seluruh kegiatannya dari kantong relawannya sendiri. “Baru belakangan, karena sebagian masyarakat ingin infaq operasional maka kami fasilitasi,” demikian Muhammad Fanni Rahman, Ketua Umum SA menjelaskan di markaznya di Jogokariyan.

Fanni yang juga Ketua Relawan Masjid Indonesia menegaskan, “Kita menyalurkan 100% amanah masyarakat ke Palestina dan Suriah tanpa dipotong serupiahpun untuk operasional. Ini kemuliaan dari Allah.”

Fanni menambahkan, ada prinsip-prinsip penting yang dipegang oleh Sahabat Al-Aqsha dalam menerima dan menunaikan amanah dari masyarakat:

Pertama, seluruh dana yang disumbangkan oleh masyarakat lewat Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah secara total disampaikan kepada rakyat Palestina dan Suriah. Tidak ada yang dipotong untuk operasional.

Kedua, seluruh anggaran operasional lembaga Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah di seluruh Indonesia menggunakan dana pribadi para relawannya, termasuk untuk perjalanan baik dalam maupun luar negeri.

Ketiga, donatur yang secara khusus mengikhlaskan sumbangannya untuk mendukung operasional Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah disarankan mengirimkannya ke rekening khusus “donasi operasional” yang tertera di website resmi Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah.

Keempat, amanah dana berupa infaq, shadaqah atau zakat yang dipertanggungjawabkan oleh Sahabat Al-Aqsha adalah yang disalurkan melalui rekening resmi yang tertera di website, atau yang diterima secara langsung oleh relawan yang diutus secara resmi. Silakan hubungi kami untuk memastikan seseorang benar-benar relawan Sahabat Al-Aqsha atau bukan.

Kelima, relawan Sahabat Al-Aqsha | Sahabat Suriah dilarang menerima honorarium untuk tugas presentasi, ceramah atau tabligh akbar. Honorarium yang terlanjur diterima akan disalurkan ke kas operasional atau diinfaqkan ke Palestina dan Suriah.

Keenam, seluruh amanah dana yang dititipkan masyarakat diserahkan langsung kepada Al-Sarraa Foundation for Humanitarian Relief yang diotorisasi secara resmi oleh para Ulama dan pemimpin Palestina.

Ketujuh, semua akun media sosial maupun rekening bank yang menggunakan nama “Sahabat Al-Aqsha” jika tidak diumumkan oleh website atau akun twitter resmi Sahabat Al-Aqsha adalah palsu.

Kedelapan, seluruh pengelolaan amanah dan keuangan Sahabat Al-Aqsha dikerjakan dan diawasi oleh tim-tim praktisi keuangan profesional yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, profesi, maupun syari’ah Islam. Dengan izin Allah.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.* (Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Hamas: ‘Selama Ini Saudi Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina, Pernyataan Menlunya Ini Memukul Rakyat Palestina’
Warga Yordania: ‘Pemerintah Seharusnya Boikot ‘Israel’, Bukan Qatar’ »