Serdadu Zionis Bentuk ‘Unit Balas Dendam’ kepada Warga Palestina

21 January 2018, 16:49.
Serdadu Zionis memeriksa kendaraan-kendaraan setelah seorang pemukim ilegal Yahudi tewas di daerah sekitar permukiman ilegal Yahudi Havat Gilad di Nablus, Tepi Barat pada 10 Januari 2018. Foto: Nedal Eshtayah/Anadolu Agency

Serdadu Zionis memeriksa kendaraan-kendaraan setelah seorang pemukim ilegal Yahudi tewas di daerah sekitar permukiman ilegal Yahudi Havat Gilad di Nablus, Tepi Barat pada 10 Januari 2018. Foto: Nedal Eshtayah/Anadolu Agency

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Serdadu Zionis membuka perekrutan untuk bergabung dengan sebuah unit yang ditujukan melakukan aksi balas dendam terhadap warga Palestina, usai kematian seorang pemukim ilegal Yahudi pekan lalu. Jerusalem Post memberitakan, ditemukan brosur dengan logo militer Zionis di pangkalan militer Selasa lalu, di bagian atas brosur tertulis “sangat rahasia”, dan judulnya menyatakan “Pemberitahuan mengenai pembentukan unit khusus untuk balas dendam.”

“Membalas pembunuhan yang terjadi di Havat Gilad, dan untuk membalas dendam atas tumpahnya darah Rabi Raziel Shevach, sebuah unit aksi balas dendam dimulai kembali untuk mengembalikan kehormatan nasional,” tulis brosur, yang menganjurkan para relawannya untuk menyerang warga Palestina.

“Dengan kekuatan dan kekuasaan kami akan berjuang, kami akan menyerang dengan keras dan kami akan menang.”

Nomor kontak diberikan untuk informasi lebih lanjut, tapi brosur tersebut menyarankan para relawan untuk tidak melakukan kontak melalui saluran-saluran militer resmi.

Akibat kematian pemimpin pemukim ilegal Yahudi Rabi Meir Goldmintz, sejumlah menteri ‘Israel’ juga menyerukan pembalasan atas serangan tersebut, tapi dalam bentuk pembangunan permukiman ilegal Yahudi.

“Kita harus menjelaskan bahwa setiap pembunuhan akan berhadapan dengan pembangunan segera permukiman ilegal Yahudi. Mengatur (status) Havat Gilad dan membangun di sana merupakan harga paling menyakitkan yang bisa dengan tepat menghalangi (warga Palestina) dari melakukan serangan berikutnya,” ungkap Menteri Pendidikan Zionis, Naftali Bennett.

Setelah penembakan, pasukan penjajah Zionis melakukan penggerebekan di sejumlah desa Palestina di kawasan Nablus dan memberlakukan pembatasan gerak terhadap warga, dan melarang mereka memasuki area-area setempat.

Beberapa hari lalu, sedikitnya seorang warga Palestina tewas dalam penggerebekan oleh para serdadu Zionis di kota Jenin di Tepi Barat terjajah. Pejabat Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi pria yang gugur itu sebagai Ahmad Jarrar, seorang anggota Hamas, yang diklaim warga ‘Israel’ melakukan serangan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 11 Muhajirin Suriah Tewas Membeku Kedinginan di Perbatasan Suriah-Lebanon
Penjajah Zionis Abaikan Pengobatannya, Tawanan Berpenyakit Kanker Ini Wafat »