Tawanan Palestina Ini Lumpuh Usai Disuntik dengan Cairan yang Tak Jelas
23 January 2018, 21:04.

Foto: PIC
BAYT LAHM, Selasa (PIC): Keluarga tawanan Palestina Mohammed al-Khatib (47), Ahad (21/1) lalu, menyatakan bahwa al-Khatib menderita Paraplegia (penurunan motorik atau fungsi sensorik dari gerak tubuh) akibat disuntik dengan obat yang tak diketahui. Istri al-Khatib mengatakan pada wartawan PIC bahwa ia mengetahui tentang penyakit suaminya ketika bermaksud mengunjungi al-Khatib sekitar sebulan yang lalu. Al-Khatib meminta istrinya tidak mengunjunginya karena kondisi kesehatannya tidak baik.
Istri al-Khatib menambahkan, sejumlah eks-tawanan memberitahunya bahwa dokter penjara Nafha menyuntik al-Khatib –yang sedang sakit flu– dengan zat yang tak diketahui di pahanya. Beberapa hari kemudian barulah diketahui bahwa suntikan tersebut telah melumpuhkan bagian bawah tubuh al-Khatib.
Istri al-Khatib menegaskan bahwa suaminya diberi suntikan tersebut dengan sengaja. Karena, Dinas Penjara ‘Israel’ (IPS) pernah mengancam akan membalas dendam atas peran al-Khatib yang memimpin mogok massal selama 43 hari baru-baru ini di penjara Raymond.
Ketua Komisi Urusan Tawanan di Bayt Lahm, Munqez Abu Atwan, menyatakan bahwa pihaknya berupaya mengirimkan ahli syaraf untuk memeriksa kondisi al-Khatib, tapi IPS menolak permintaan tersebut. Saat wawancara dengan PIC, Abu Atwan menyatakan kekhawatirannya bahwa IPS melakukan pembunuhan secara perlahan terhadap al-Khatib sebagaimana telah dilakukan sebelumnya kepada banyak tawanan Palestina lainnya.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
