Erekat: ‘Jika Baitul Maqdis Tak Masuk dalam Perundingan, Maka Tak Ada Perdamaian’

27 January 2018, 16:31.
Saeb Erekat, Ketua Komisi Pengendalian dan Pengawasan PLO. Foto: Middle East Monitor

Saeb Erekat, Ketua Komisi Pengendalian dan Pengawasan PLO. Foto: Apaimages

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Pejabat Palestina Saeb Erekat, Kamis (25/1) lalu, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak memiliki kualifikasi untuk menangani proses perdamaian dan menekankan bahwa pernyataannya baru-baru ini mengenai Baitul Maqdis merupakan “tindakan tidak bertanggung jawab”.

Dalam pertemuan dengan PM Benyamin Netanyahu di Forum Ekonomi Davos di Swiss, Trump mengatakan: “Kalian tidak akan pernah bisa mendapatkan Baitul Maqdis, kami mengeluarkannya dari meja perundingan.” Trump melanjutkan, “Kami memberi mereka (Palestina-red) jumlah (uang-red) yang besar. Kenapa kami harus melakukan sesuatu untuk mereka, sementara mereka tidak melakukan apapun untuk kami?”

“Pernyataan tak bertanggung jawab Presiden Trump saat pertemuannya dengan PM Netanyahu di Davos hanya menegaskan kembali bahwa AS (harus) didiskualifikasi dari memainkan peran penengah dalam pembicaraan perdamaian,” kata Erekat.

Erekat melanjutkan: “Baitul Maqdis tidak keluar dari meja perundingan, sebaliknya AS berada di luar konsensus internasional. Mereka yang berkata bahwa Baitul Maqdis keluar dari meja perundingan sama saja dengan menyatakan bahwa perdamaian keluar dari meja perundingan. Kota suci itu ada di hati masing-masing dan setiap warga Palestina, Arab, Kristen dan Muslim, serta tidak akan ada perdamaian tanpa Timur Baitul Maqdis menjadi ibukota negara Palestina yang berdaulat.” *(Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Irlandia Akan Bahas RUU Kriminalisasi Produk dari Permukiman Ilegal Yahudi
Penyelidikan Buktikan ‘Israel’ Terlibat Upaya Pembunuhan Anggota Hamas di Lebanon »