Serdadu Zionis Blokir Jalan Masuk Desa di Tepi Barat, Sulitkan Kehidupan 7.000 Warga
28 January 2018, 10:17.

Pasukan keamanan Zionis di Bayt Lahm, Tepi Barat terjajah pada 21 Juli 2017. Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency
LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Organisasi HAM ‘Israel’, B’Tselem, mengungkapkan serdadu Zionis telah membatasi pergerakan lebih dari 7.000 warga Palestina yang tinggal di desa Hizma, sebelah timur Baitul Maqdis, di Tepi Barat terjajah.
“Selama lebih dari seminggu serdadu Zionis membatasi akses masuk dan keluar warga Palestina di desa Hizma di Tepi Barat, nampaknya sebagai balasan atas aksi pelemparan batu di sepanjang jalan dekat desa. Para serdadu Zionis menyebar di seluruh jalan masuk desa dan meletakkan pembatas jalan untuk menghalangi masuknya kendaraan,” ungkap B’Tselem dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Kamis (25/1) lalu.
Menurut laporan tersebut, serdadu Zionis melarang non-warga memasuki desa dan pria usia 40 tahun ke atas dilarang meninggalkan desa. Laporan itu menunjukkan bahwa pelanggaran kebebasan pergerakan terhadap sekitar 7.000 orang ini merupakan hukuman kolektif, yang sebenarnya dilarang oleh hukum internasional.
“Meskipun yang pertama menderita adalah mereka yang paling rentan, pada hakikatnya pembatasan tersebut memengaruhi seluruh warga desa dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Sekali lagi, kejadian semacam ini menggambarkan rutinitas kehidupan di bawah penjajahan dan militer ‘Israel’ menggunakan kekuasaannya dengan sewenang-wenang saat berhadapan dengan populasi Palestina.”
Laporan tersebut menekankan bahwa ini bukan kali pertama serdadu Zionis menutup jalan masuk ke desa tersebut. Pada Maret dan April 2017, serdadu Zionis menutup jalan masuk sebelah utara desa selama 40 hari, dan jalan masuk bagian selatan selama 20 hari.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
