PLO Tolak Keputusan AS Masukkan Haniyah dalam ‘Daftar Teroris’

2 February 2018, 17:37.
Ismail Haniyah. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menolak keputusan Departemen Keuangan AS yang memasukkan Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, ke dalam “daftar hitam terorisme”. Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat, mengatakan bahwa organisasi tersebut menolak keputusan AS terhadap Haniyah.

Dalam keterangan pers kemarin (1/2), Erekat menekankan perlunya menghapuskan penyebab-penyebab perpecahan dan mencapai persatuan nasional untuk menjaga proyek nasional Palestina, serta mengatasi rencana-rencana yang bertujuan untuk menggagalkannya.

Rabu (31/1) lalu, sejumlah faksi Palestina menyatakan penolakan mereka terhadap keputusan AS memasukkan ketua biro politik Hamas itu dalam “daftar hitam terorisme”.

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS (OFAC) Rabu lalu di situs resminya menyatakan bahwa AS “menambahkan nama Haniyah dalam daftar hitam teroris dunia.”

Keputusan itu mencakup dimasukkannya Haniyah serta tiga gerakan Palestina dan Mesir ke dalam daftar hitam tersebut, yakni Gerakan Al-Saberin Palestina, dan dua kelompok Mesir Hasam dan Liwaa Al-Thawra – menurut dua keputusan dari Kementerian Urusan Luar Negeri AS dan Departemen Keuangan AS.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson menyatakan bahwa alasan di balik pencantuman Haniyah dan tiga gerakan tersebut adalah mereka “gerakan dan tokoh teroris utama, termasuk dua yang didukung oleh Iran, dan mengancam stabilitas Timur Tengah, yang menggerogoti proses perdamaian dan menyerang sekutu-sekutu AS, termasuk Mesir dan ‘Israel’.”

“Tindakan yang diambil terhadap Haniyah dan tiga gerakan Palestina dan Mesir itu merupakan langkah penting untuk menghalangi mereka dari sumber-sumber daya yang mereka perlukan untuk merencanakan dan meluncurkan serangan-serangan teroris,” kata Tillerson.

Ia menegaskan, “Departemen Luar Negeri AS berpendapat bahwa Haniyah berhubungan erat dengan sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam.”

Hamas tercakup di dalam daftar hitam terorisme AS pada 1997 dan dimasukkan kembali ke dalam daftar tersebut pada 2001 sebagai organisasi teroris.

Daftar Terorisme Luar Negeri AS memasukkan kelompok Palestina, Arab, serta tokoh-tokoh dan organisasi internasional.

Selain Haniyah, ada sejumlah pemimpin Palestina yang dimasukkan ke dalam daftar yang disebut “daftar hitam terorisme” itu, yakni Yahya Sinwar, Rawhi Mushtaha, Muhammed Deif, Fathi Hamad, Ahmed Al-Ghandour dari Hamas, Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam di Palestina Ramadan Shalah dan wakilnya Ziad Al-Nakhala.

Dengan klasifikasi ini, setiap warga negara AS atau penduduk di Amerika Serikat dilarang berurusan dengan Haniyah. Selain itu, pemerintah AS juga membekukan seluruh properti dan uang yang berada di dalam wilayah AS atau yang berada di dalam yurisdiksinya.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Amerika Serikat Masukkan Ismail Haniyah dalam Daftar Teroris
Penjajah Zionis Usir Gadis Palestina Asal Tepi Barat ke Gaza Tanpa Beritahu Orangtuanya »