Penjajah Zionis Usir Gadis Palestina Asal Tepi Barat ke Gaza Tanpa Beritahu Orangtuanya
2 February 2018, 19:31.

Gerombolan serdadu Zionis. Foto: Nedal Eshtayah/Anadolu Agency
BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Jum’at (Middle East Monitor | PIC): Lembaga swadaya masyarakat ‘Israel’, HaMoked, mengungkapkan bahwa otoritas penjajah Zionis mengusir paksa gadis Palestina berusia 14 tahun dari Tepi Barat terjajah ke Jalur Gaza terblokade tanpa memberitahukan hal itu kepada orangtuanya.
Menurut HaMoked, Ghada ditangkap serdadu Zionis pada 13 Januari karena berada di Baitul Maqdis tanpa izin yang dikeluarkan militer Zionis. Ketika ditangkap, Ghada baru saja kembali ke rumah setelah mengunjungi bibinya di Issawiya, bagian dari Timur Baitul Maqdis terjajah.
Lahir di Ramallah, Ghada tinggal dengan keluarganya di Al-Ram, Tepi Barat. Ayahnya lahir di Jalur Gaza. Ketika Ghada lahir, otoritas ‘Israel’ mendaftarkan alamatnya sebagai Gaza (‘Israel’ tetap mengendalikan Pencatatan Populasi untuk Warga Palestina di wilayah Palestina terjajah).
Setelah ditangkap, Ghada dibawa untuk diinterogasi dan kemudian dipenjara selama pemeriksaan. Orangtuanya tidak hadir sepanjang proses ini. Pada 15 Januari Ghada diberitahu akan dibebaskan di pos pemeriksaan Qalandiya, yang hanya berjarak beberapa menit dari tempat tinggalnya. Namun, Ghada terkejut ketika dibebaskan di pelintasan Erez di Jalur Gaza dan tidak diizinkan kembali ke rumah keluarganya di Tepi Barat terjajah.
Menurut Abeer Jubron Dakour, pengacara penanggung jawab dokumen Ghada, otoritas Zionis belum mengabari Ghada kapan ia diizinkan kembali ke Tepi Barat. Padahal, Ghada menderita penyakit epilepsi dan berada jauh dari keluarganya akan memperburuk keadaannya. Dakour menjelaskan, selama menunggu waktu kembali ke Tepi Barat kini Ghada menetap di rumah kerabat ayahnya di Gaza.
Menurut Hamoked, ada sekitar 21.000 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, tapi alamat mereka terdaftar sebagai Gaza. ‘Israel’ menolak untuk memperbarui alamat mereka dan menganggap mereka “orang asing ilegal”, kecuali jika mereka memiliki izin khusus dari militer penjajah Zionis untuk tinggal di Tepi Barat.
Menurut data resmi militer ‘Israel’ yang diberikan kepada HaMoked, tahun lalu sekitar 27 warga Palestina di Tepi Barat diusir paksa ke Jalur Gaza.* (Middle East Monitor | PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
