Krisis Listrik, Rumah Sakit Anak di Gaza Kurangi Layanan Kesehatan
4 February 2018, 14:10.

Foto: Shehab News Agency
GAZA, Ahad (Shehab News Agency): Majid Hamad, Direktur Rumah Sakit Anak Al-Shaheed Muhammad Al-Durra, mengatakan bahwa 60% pelayanan kesehatan di satu-satunya rumah sakit anak di Jalur Gaza timur –salah satu daerah berpenduduk paling padat di Gaza– itu berhenti beroperasi karena krisis bahan bakar.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Shehab Hamad mengatakan, sekitar 100.000 anak di wilayah timur Jalur Gaza mengalami situasi yang sulit karena berkurangnya pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan akan menjadi bencana jika rumah sakit berhenti beroperasi secara menyeluruh.
“Unit perawatan intensif di rumah sakit dipindahkan ke RS Al-Nashr, sedangkan unit rawat inap digabungkan menjadi satu. Tidak ada perubahan pada unit pelayanan harian dan perangkat medis yang menyediakan pelayanan utama bagi pasien kritis,” imbuhnya.
Hamad menjelaskan, RS Al-Durra setiap harinya memberikan pelayanan kesehatan kepada 150 hingga 180 pasien anak dengan beragam jenis penyakit.
Sekarang ini rumah sakit menggunakan energi surya, namun tidak memenuhi energi yang dibutuhkan. Untuk penerangan ruangan, rumah sakit menggunakan lampu senter LED. Kondisi ini jelas menyebabkan tekanan pada pasien dan staf medis.* (Shehab News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
