Kampanye Media Sosial Lawan Penggunaan Senjata Kimia oleh Rezim Assad
4 February 2018, 14:07.

White Helmets menggelar aksi protes yang disebut “Assad mengepung Ghouta” untuk menarik perhatian dunia atas kematian anak-anak akibat malnutrisi pada 26 Oktober 2017. Foto: Fadi al Shami/Anadolu Agency
LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Para aktivis media sosial Jum’at (2/2) lalu meluncurkan kampanye untuk melawan penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah Bashar al-Assad di Timur Ghouta yang terkepung di pinggiran kota Damaskus. Menurut kantor berita Anadolu, kampanye tersebut menyerukan masyarakat internasional untuk berupaya mencegah rezim Suriah menggunakan senjata seperti itu lagi.
Menurut Anadolu, kampanye para aktivis itu terkait dugaan penggunaan gas klorin oleh rezim Suriah yang mengakibatkan puluhan warga sipil kesulitan bernafas. Jika tuduhan terbaru itu benar, maka berarti gas berbahaya itu telah digunakan tiga kali di wilayah tersebut selama 30 hari terakhir saja.
Sejak awal konflik Suriah pada 2011, rezim Suriah telah menggunakan senjata kimia puluhan kali sehingga ribuan orang menjadi korban. Yang paling menonjol adalah kejadian pada Agustus 2013, yakni ketika lebih dari 1.400 orang tewas di Ghouta. April lalu, lebih dari 100 orang tewas di Khan Sheikhoun.
Sejumlah resolusi telah dikeluarkan Dewan Keamanan PBB untuk mengecam rezim Suriah karena menggunakan senjata yang dilarang secara internasional itu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
