‘Hantu Jenin’ Terus Luput dari Kejaran, Serdadu Zionis Frustasi

6 February 2018, 14:54.
Gerombolan serdadu Zionis. Foto: Salih Zeki Fazlioglu/Anadolu Agency

Gerombolan serdadu Zionis. Foto: Salih Zeki Fazlioglu/Anadolu Agency

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Gerombolan serdadu Zionis terus melakukan operasi pengejaran besar-besaran terhadap Ahmad Nasr Jarrar, pemuda Palestina yang dituduh melakukan penembakan dari dalam mobil yang menewaskan seorang pemukim ilegal Yahudi di permukiman ilegal Havat Gilad pada 10 Januari lalu.

Setelah hampir sebulan kemudian, dan lebih dari dua pekan serangan intens dan mematikan untuk meringkus Jarrar –yang kabarnya lolos dari penangkapan– otoritas penjajah Zionis semakin frustasi karena ketidakmampuan mereka menemukan pria yang oleh warga Palestina dijuluki “hantu Jenin”.

Sabtu (3/2) lalu, gerombolan serdadu Zionis menggerebek desa Burqin –rumah keluarga Jarrar– tiga kali kurang dari 24 jam. Pada salah satu penggerebekan –yang disertai sejumlah buldozer dan sebuah pesawat tanpa awak– gerombolan serdadu Zionis mengepung rumah-rumah dan mendesak Jarrar untuk “menyerahkan diri”.

Tak berhasil menangkap Jarrar, gerombolan serdadu Zionis melampiaskan kemarahan dengan menghancurkan dua gudang pertanian yang jelas merupakan tindakan hukuman kolektif. Tak hanya itu, saat terjadi konfrontasi dengan warga setempat, serdadu Zionis menembak Ahmad Samir Obaid (19) di kepala hingga kemudian ia dinyatakan tewas.

Pada Ahad (4/2) malam, seperti kebanyakan malam dalam beberapa pekan terakhir, gerombolan serdadu Zionis kembali menyebar di daerah Jenin, mendirikan pos-pos pemeriksaan sementara, dan menyerbu properti-properti masyarakat Palestina di sana.

Rasa frustasi otoritas penjajah mulai terlihat. Menurut media ‘Israel’, Ynet, setidaknya tiga kali dalam dua pekan terakhir pasukan penjajah Zionis menggerebek rumah-rumah warga Palestina setelah “menerima informasi dari intelijen” bahwa Jarrar “bersembunyi di dalam”; entah itu karena kesalahan intelijen Zionis, atau memang Jarrar berhasil melarikan diri pada saat itu.

Sejumlah kerabat Jarrar telah ditangkap, tapi metode tersebut hanya menunjukkan betapa penjajah Zionis bertindak sangat sembarangan.

Sementara itu, pejabat pertahanan ‘Israel’ kini khawatir bahwa kemampuan Jarrar untuk menghindari penangkapan untuk waktu yang lama “mengubahnya menjadi semacam legenda hidup di kalangan pemuda Palestina, yang memandangnya sebagai pahlawan yang mampu berkali-kali lolos dari kejaran serdadu Zionis yang bersenjata lengkap dan canggih”.

Tentu saja, di media sosial warga Palestina menggambarkan Jarrar sebagai “hantu Jenin” dan mengejek ketidakmampuan otoritas Zionis untuk menemukan satu orang saja, padahal –menurut pemberitaan media ‘Israel’– telah menyebar gerombolan Pasukan Khusus, batalyon pengintaian Brigade Givati, dan pasukan Polisi Perbatasan.

Salah seorang sumber di lembaga pertahanan ‘Israel’ yang dikutip surat kabar Israel Hayom menggambarkan ketidakmampuan untuk menangkap Jarrar sampai sekarang sebagai “kegagalan intelijen (yang menggegerkan)”. Si pejabat pertahanan ‘Israel’ itu juga mengatakan pada Israel Hayom bahwa “semakin lama Jarrar tetap bebas (belum ditangkap)”, lebih besar kemungkinan warga Palestina lainnya berupaya untuk mengikuti apa yang dilakukan Jarrar.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ismail Haniyah: ‘Keputusan AS Takkan Ubah Posisi Perlawanan Hamas’
UNRWA: Penderita Diabetes dan Darah Tinggi di Gaza Meningkat »