Wanita Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual yang Kabur dari Australia Ditangkap di Tepi Barat

14 February 2018, 13:47.
Malka Leifer melarikan diri ke Australia setelah didakwa dengan puluhan dakwaan pelecehan seksual. Foto: YouTube

Malka Leifer melarikan diri ke Australia setelah didakwa dengan puluhan dakwaan pelecehan seksual. Foto: YouTube

PALESTINA TERJAJAH, Rabu (Forward): Mantan kepala sekolah di sekolah khusus putri Yahudi di Melbourne yang kabur dari Australia –di tengah-tengah tudingan ia melecehkan secara seksual para pelajar– ditangkap di Tepi Barat terjajah. Kepolisian melakukan operasi penyamaran untuk menyelidiki klaim bahwa ia secara mental tidak layak untuk datang ke pengadilan.

Malka Leifer, yang diburu atas 74 dakwaan pelecehan seksual anak di Melbourne, ditangkap Senin (12/2) lalu dan akan muncul di pengadilan Petak Tikvah, dimana penahanannya akan diperpanjang. Kepolisian menyatakan mereka akan memulai proses ekstradisi.

Leifer –mantan kepala sekolah di sekolah khusus putri Adass Yisroel– menghindari proses pengadilan untuk upaya ekstradisinya ke Australia dengan klaim ketidakmampuan mentalnya. Kepolisian memulai operasi mereka sebulan lalu atas permintaan Interpol untuk memastikan ia sehat secara mental.

Leifer, yang berusia 50-an, kabarnya tinggal di permukiman ilegal Yahudi Emmanuel bagian utara Tepi Barat terjajah, di sanalah ia ditangkap. Ia meninggalkan Australia pada 2008 tak lama sebelum dia didakwa.

Selama tahun 2017, sejumlah petunjuk diperoleh bahwa Leifer pura-pura menderita penyakit mental untuk menghindari proses ekstradisi.

Salah seorang korban, Dassi Erlich, dan dua saudara perempuannya menyatakan, “Kegembiraan dan kelegaan bercampur jadi satu, plus antisipasi terhadap masa depan. Kami menyambut baik berita penangkapan Malka Leifer. Kami melihat ini sebagai terobosan sangat penting dalam perjalanan panjang kami untuk meraih keadilan.”

Ia melanjutkan, “Sangat mengejutkan bahwa klaim penipuan dan pura-pura menderita penyakit mental digunakan untuk menghindar dari keadilan untuk waktu yang lama. Akan tetapi, kami lega bahwa penangkapan Malka Leifer membuatnya tak bisa melakukan sesuatu yang berpotensi mengancam anak-anak yang rentan lainnya.”

Pada 2015, Erlich menerima salah satu kompensasi terbesar terkait pelecehan seksual dalam sejarah Australia setelah Mahkamah Agung Victoria memerintahkan Sekolah Israel Adass memberi ia lebih dari $750,000 atas kegagalan sekolah itu mencegah pelecehan sistemik yang diderita Erlich sejak berusia 15.

Manny Waks, CEO Kol v’Oz, organisasi yang menyuarakan pelecehan seksual anak di komunitas Yahudi di seluruh dunia, mengungkapkan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa ia berharap penangkapan Leifer akan mengarah pada dimulainya kembali proses ekstradisi sehingga ia bisa menghadapi para penuntutnya.

“Penangkapannya merupakan penghargaan bagi banyak orang yang telah bekerja tak kenal lelah untuk memastikan bahwa ia akan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tak lagi bisa menjadi ancaman bagi anak-anak,” kata Waks.* (Forward | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah Perpanjang Penahanan Ahed Tamimi, Sidangnya Berlangsung Tertutup
Netanyahu Akan Dituntut Atas Dugaan Korupsi »