Bom Terus Berjatuhan, Warga Ghouta di Suriah: ‘Kami Sedang Menunggu Giliran Mati’

22 February 2018, 17:08.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

BEIRUT, Kamis (Ma’an News Agency): Penduduk Ghouta Syarqiyyah di Suriah mengatakan bahwa “mereka sedang menunggu antrean kematian” karena rangkaian serangan bom terus menargetkan wilayah tersebut.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), lembaga yang aktif memantau perkembangan perang di Suriah, menyatakan bahwa sekitar 310 orang tewas di Ghouta Syarqiyyah sepanjang tiga hari terakhir, ditambah jumlah korban yang terluka sekitar 1.550 orang.

Ghouta Syarqiyyah merupakan kawasan pertanian dengan jumlah penduduk yang padat, terletak di pinggiran Damaskus, dan merupakan kawasan terakhir dekat ibukota yang dikuasai oleh oposisi.

Sejak Ahad (18/2) lalu intensitas serangan udara ke kawasan Ghouta Syarqiyyah meningkat. Bahkan termasuk operasi pengeboman paling mengerikan sepanjang perang Suriah yang telah memasuki tahun ke delapan.

Bilal Abu Shalah, salah seorang penduduk di daerah Douma –daerah terbesar di Ghouta Syarqiyyah– mengatakan, “Kami sedang menunggu giliran mati. Hanya kalimat itu yang dapat mendeskripsikan kondisi saat ini.”

Lebih lanjut ia mengatakan, “Semua atau sebagian besar warga hidup di tempat pengungsian. Setiap tenda dihuni lima atau enam keluarga. Tidak ada makanan, tidak ada pasar.”

Sebuah foto yang diambil di Ghouta Syarqiyyah oleh Reuters kemarin (21/2) memperlihatkan pemandangan memilukan. Yakni, sekelompok lelaki dewasa tengah mencari keluarga mereka di balik reruntuhan bangunan, sebagian lain ada yang membopong korban dengan ceceran darah, dibawa perlahan menuju rumah sakit.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« (FOTO) Masyarakat Indonesia dan Kaum Ibu di Gaza Sajikan Makanan untuk Anak Yatim dan Fuqara
Rezim Suriah Terus Bombardir Ghouta Syarqiyyah, Dokter Terpaksa Gunakan Obat Kadaluarsa »