Rezim Suriah Terus Bombardir Ghouta Syarqiyyah, Dokter Terpaksa Gunakan Obat Kadaluarsa

22 February 2018, 17:44.
Foto: Shehab News Agency

Foto: Shehab News Agency

SURIAH, Kamis (Shehab News Agency): Di tengah gempuran rudal dan blokade ketat atas Ghouta Syarqiyyah oleh rezim Suriah, para dokter terpaksa menggunakan obat-obatan kadaluarsa karena tidak mampu memperoleh obat-obatan baru. Demikian menurut keterangan relawan Suriah di Ghouta.

“Khawatir terhadap serangan udara rezim Suriah, Rumah Sakit Dar Al-Syifa, salah satu dari 13 rumah sakit yang dibombardir sejak Ahad (18/2) lalu, melakukan perawatan lapangan. Kondisinya sangat kritis sehingga para dokter terpaksa menggunakan obat-obatan kadaluarsa, seperti anestesi, karena tidak ada pengganti yang lain,” ujar salah seorang relawan kepada CNN.

Relawan itu menambahkan, jumlah dokter di Ghouta Syarqiyyah hanya 105 dan harus mengurus pasien yang jumlahnya mencapai 400 ribu. Dikonfirmasi terkait pelayanan dan kebutuhan pokok, relawan itu mengatakan, “Air dan listrik tidak sampai kepada kita selama tujuh tahun terakhir. Kami hanya bergantung pada air sumur dan genset pembangkit listrik yang dapat beroperasi dengan bensin.” Namun, menurut relawan tersebut, kedua barang itu sudah mulai langka.

Sementara itu, Direktur RS di Ghouta Syarqiyyah dr. Amani Balwar mengatakan, “Ini adalah hari-hari paling buruk di Ghouta. Kami dibombardir sejak lima tahun terakhir, tetapi kami belum pernah menyaksikan yang lebih mengerikan dari hari-hari ini,” imbuhnya.* (Shehab News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bom Terus Berjatuhan, Warga Ghouta di Suriah: ‘Kami Sedang Menunggu Giliran Mati’
Menteri Inggris Janji Jamin Bantuan Kemanusiaan Keluarga Suriah yang Hijrah »