Gencatan Senjata, Rezim Suriah Terus Bombardir Ghouta Timur

26 February 2018, 22:43.
Foto: AFP

Foto: AFP

SURIAH, Senin (Middle East Eye): Pengeboman terbaru oleh pemerintah Suriah hari ini (26/2) menewaskan sedikitnya 10 warga sipil di Ghouta Timur, termasuk sembilan orang dari satu keluarga. Serangan udara itu menghancurkan sebuah gedung di Douma, kota utama di daerah Ghouta Timur di timur Damaskus, dan mengubur hidup-hidup seluruh anggota keluarga itu, ungkap Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Serangan itu terjadi saat warga sipil yang terperangkap –dalam salah satu serangan paling kejam di Suriah itu– menantikan bantuan dan pertolongan medis pada hari ini. Serangan udara pemerintah Suriah terus menghantam Ghouta Timur, meskipun ada tuntutan gencatan senjata PBB.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres hari ini menuntut resolusi Dewan Keamanan mengenai gencatan senjata selama 30 hari di Suriah “segera diimplementasikan dan dipertahankan”.

Pemimpin PBB itu menyerukan adopsi resolusi pada Sabtu lalu usai perdebatan berlarut-larut selama beberapa hari. Ia menekankan bahwa “Resolusi Dewan Keamanan hanya bermakna jika secara efektif diimplementasikan, dan itulah sebabnya saya mengharapkan resolusi segera diimplementasikan dan dipertahankan.”

Lebih dari 500 orang tewas dalam operasi pengeboman besar-besaran oleh pasukan Presiden Basyar Al-Assad yang telah menghantam kawasan di pinggir Damaskus itu selama lebih dari sepekan.

Ghouta Timur, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, dikelilingi oleh wilayah yang dikuasai rezim dan penduduknya tidak mau atau tidak bisa meninggalkan kawasan itu.

Para diplomat PBB mengatakan resolusi tersebut dibuat untuk memastikan tidak diveto oleh Rusia, yang memberikan dukungan diplomatik dan militer kepada rezim Assad.

Namun, di daerah kantong itu, berita tentang resolusi PBB berdampak kecil. “Saya tidak berpikir keputusan ini akan diimplementasikan. (Keputusan) itu tidak akan dihormati baik oleh rezim maupun Rusia,” kata warga Douma, Abu Mazen. “Kami tidak bisa memercayai Rusia atau rezim. Kami sudah terbiasa dengan pengkhianatan mereka,” tegasnya.* (Middle East Eye | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Mahasiswa Gaza Kecam Pembantaian Warga Sipil di Ghouta Syarqiyya
PBB: ‘Neraka di Bumi’ di Ghouta Timur Suriah Harus Diakhiri »