PBB: ‘Neraka di Bumi’ di Ghouta Timur Suriah Harus Diakhiri
27 February 2018, 10:14.

Rumah sakit yang hancur setelah rezim Assad melakukan serangan udara di Ghouta Timur Suriah pada 21 Februari 2018. Foto: Diaa Al-Din Samout/Anadolu Agency
LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kemarin (26/2) meminta pihak-pihak yang sedang berperang di Suriah untuk mengimplementasikan gencatan senjata selama 30 hari. Reuters memberitakan, Guterres menyatakan bahwa lembaga-lembaga bantuan PBB siap mengirimkan bantuan penyelamatan dan evakuasi korban luka dari Ghouta Timur dimana 400.000 orang hidup di bawah blokade.
“Ghouta Timur tidak bisa menunggu, sudah saatnya menghentikan neraka di bumi ini,” kata Guterres kepada Dewan HAM PBB, yang membuka sidang tahunan utamanya empat pekan di Jenewa.
Kepala Dewan HAM PBB Zeid Ra’ad Al-Hussein mengatakan, serangan udara di Ghouta Timur masih terus berlangsung hingga kemarin pagi.
Sejak Selasa (20/2) pekan lalu, pasukan rezim meningkatkan serangan ke Ghouta Timur menggunakan bom-bom gentong, tembakan artileri dan senjata-senjata jenis lainnya, menurut koresponden Anadolu Agency yang berbasis di daerah tersebut. Selama tiga hari, rezim kabarnya melakukan 260 serangan terpisah di Ghouta Timur, yang menewaskan lebih dari 250 warga sipil yang merupakan penduduk di distrik tersebut.
Dalam pembicaraan damai yang diselenggarakan di ibukota Kazakhstan, Astana, pada Mei tahun lalu, Turki, Rusia dan Iran menetapkan Ghouta Timur sebagai “zona de-eskalasi” dimana tindakan agresi di sana dilarang secara tegas.
Meskipun demikian, Rusia –salah satu dari tiga negara yang menjadi penjamin perjanjian tersebut– justru tidak mencegah rezim Assad yang berulang kali melanggar syarat-syarat gencatan senjata.
Ghouta Timur tetap berada di bawah blokade rezim selama lima tahun terakhir, yang membuat distrik tersebut berada di ambang bencana kemanusiaan.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
