Dalam 9 Hari, Rezim Suriah Bunuh 560 dan Lukai 2.000 Orang di Ghouta
1 March 2018, 16:52.

Foto: Shehab News Agency
LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Lebih dari 2.000 orang cedera akibat pengeboman yang dilakukan rezim Assad di Ghouta antara 19-27 Februari, ungkap Mahmoud Serag, seorang wartawan Suriah di kawasan yang terblokade itu kepada MEMO dalam laporan eksklusif.
Berdasarkan keterangan para saksi mata, Serag mengatakan 600 dari mereka yang terluka adalah anak-anak dan lebih dari 500 adalah wanita. Selain itu, sekitar 560 orang tewas selama periode ini, yang meliputi 107 anak-anak, 67 wanita, 377 pria, dan dua anggota White Helmets (Syrian Civil Defence).
Berdasarkan sumber-sumber MEMO di Ghouta, 172 senjata pembakar, 284 bom gentong, 3.879 peluncur roket ganda, 422 rudal darat ke darat, 823 serangan udara, 3.267 pengeboman artileri dan 15 bom cluster digunakan selama sembilan hari itu.
Setelah gencatan senjata diumumkan pada 25 Februari, sekitar 68 orang tewas, termasuk 17 anak-anak, 11 wanita dan 40 pria, sementara lebih dari 200 pria, wanita dan anak-anak terluka.
Sekitar 24 bom gentong digunakan di satu daerah selama masa ini, serta 726 peluncur roket ganda, 137 rudal darat ke darat dan 182 serangan udara, ungkap saksi.
Serag juga mencatat bahwa kemarin (28/2), ada sekitar 29 serangan udara; delapan tewas di Duma, yakni tiga orang tewas akibat serangan kemarin dan lima meninggal dunia akibat luka yang mereka derita dari serangan sebelumnya.
Serangan udara terjadi di Harasta, Duma, Arbin, Kafr Batna, dan Beit Sawa. Seorang anggota White Helmets juga tewas dalam sebuah serangan di Awtaya kemarin.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
