Gadis yang Harus Transplantasi Ginjal Ini Terpaksa Berobat Tanpa Orangtua ke Luar Gaza
1 March 2018, 17:34.

Inaam Al-Attar (13) menangis setelah tiba di Pusat Medis Palestina di Ramallah tanpa orangtuanya karena izin bepergian mereka ditolak oleh penjajah Zionis. Foto: Mohammed Hamouda/Twitter
LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Seorang gadis Palestina terpaksa bepergian tanpa orangtuanya ke kota Ramallah di pusat Tepi Barat terjajah, Selasa (27/2) lalu, untuk transplantasi ginjal. Inaam Al-Attar (13) tiba di Pusat Medis Palestina di Ramallah dengan pamannya –yang akan menyumbangkan organnya untuk Inaam– setelah permintaan izin orangtuanya untuk bepergian bersama Inaam dari kawasan yang terblokade itu ditolak penjajah Zionis.
Gubernur Ramallah, Laila Ghannam, menyambut Inaam yang menangis di rumah sakit berkata ia ingin bertemu dengan ibunya.
Awal bulan ini, Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan, Amnesty International, Human Rights Watch, Medical Aid for Palestinians (MAP), dan Physicians for Human Rights Israel (PHRI) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengungkapkan, rendahnya tingkat izin yang dikeluarkan ‘Israel’ untuk warga Palestina yang berupaya melakukan perawatan medis di luar Gaza. Lembaga-lembaga tersebut mendesak ‘Israel’ untuk mengakhiri blokade di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama 12 tahun.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
