SOHR: 1.000 Orang Terpaksa Tinggalkan Idlib Karena Takut Serangan Rezim Suriah
7 September 2018, 17:39.

Seorang wanita yang sedang menggendong anak duduk di depan tenda di sebuah kamp untuk Muhajirin dari provinsi Idlib, di desa al-Ghadfa, tenggara Idlib pada 2 September 2018. Foto: AFP
BEIRUT, Jum’at (Daily Sabah): Sekitar 1.000 orang meninggalkan provinsi Idlib, Suriah –benteng pertahanan terakhir mujahidin di negara yang hancur karena perang itu– untuk mengantisipasi serangan rezim, ungkap kelompok pemantau pada Kamis (6/9).
Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) menyatakan, warga mulai meninggalkan rumah-rumah mereka di bagian pedesaan Idlib di barat laut Suriah pada Rabu (5/9) malam menuju barat ke daerah pedesaan di Aleppo, ke kawasan utara Afrin dan daerah-daerah dekat perbatasan Turki.
Penduduk Idlib khawatir bahwa pembicaraan antara Iran, Turki dan Rusia yang akan dimulai di Tehran pada Jum’at, mungkin gagal menghasilkan solusi politik bagi Idlib, ungkap ketua SOHR Rami Abdul-Rahman.
Sementara itu, Abu Hamdo –anggota tim penyelamat White Helmets– menyatakan bahwa salah satu kantor kelompok tersebut roboh akibat serangan. “Kantor White Helmets di al-Tamana’a (di daerah pedesaan Khan Sheikhoun) sepenuhnya hancur. Syukurlah, tidak ada korban,” katanya.
SOHR menyatakan bahwa serangan udara pemerintah Suriah juga menghantam daerah-daerah di pedesaan bagian selatan Idlib.
Turki selama berminggu-minggu terlibat dalam upaya diplomatik untuk mencegah serangan rezim terhadap Idlib di sepanjang perbatasannya.
Selama tiga tahun terakhir, ribuan mujahidin dan keluarga mereka telah dievakuasi dari berbagai bagian Suriah ke Idlib berdasarkan perjanjian dengan pemerintah.* (Daily Sabah | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
