Krisis Bahan Bakar, Rumah Sakit di Gaza Terancam Tak Beroperasi

13 September 2018, 16:18.
Akibat kekurangan bahan bakar, generator di tujuh pusat kesehatan di Jalur Gaza yang terblokade berhenti beroperasi. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Akibat kekurangan bahan bakar, generator di tujuh pusat kesehatan di Jalur Gaza yang terblokade berhenti beroperasi. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Rumah Sakit Abu Yusuf Al-Najjar di bagian selatan Jalur Gaza akan berhenti berfungsi dalam sembilan hari akibat kurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk generator listriknya. Hal itu diungkapkan Kementerian Kesehatan Gaza, kemarin (12/9). Kementerian menyatakan, jika pelayanan kesehatan di rumah sakit yang berbasis di Rafah itu dihentikan maka 250.000 orang akan terkena dampaknya.

Sekitar 400 pasien secara reguler datang ke rumah sakit tersebut untuk memperoleh perawatan medis penting, termasuk dialisis, jelas kementerian.

Dalam beberapa pekan terakhir, kementerian telah berulang kali memperingatkan akan runtuhnya sektor kesehatan lokal di Gaza akibat krisis bahan bakar yang diperlukan untuk membuat generator darurat rumah sakit bisa beroperasi.

Tempat tinggal bagi sekitar dua juta warga, Jalur Gaza memiliki 13 rumah sakit yang dikelola pemerintah dan 54 pusat pelayanan kesehatan utama, yang meliputi sekitar 95 persen dari seluruh pelayanan kesehatan di Gaza.

Gaza mengalami krisis listrik akibat blokade 12 tahun yang diberlakukan ‘Israel’. Mesir maupun Otoritas Palestina mendukung blokade itu dengan memberlakukan pembatasan ketat atas Jalur Gaza.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Angka Melek Aksara Palestina Salah Satu yang Tertinggi di Dunia
Atallah Hanna: ‘Tak Ada Kekuatan Politik di Dunia yang Bisa Hapus Palestina dari Peta’ »