Jumlah Korban Tewas Gempa, Tsunami Palu-Donggala Capai 1.203 Orang

1 October 2018, 18:25.
Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

PALU, Senin (Anadolu Agency | BMH | Sahabat Al-Aqsha): Jumlah korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,7 serta tsunami pada Jum’at (28/9) lalu di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, kini mencapai 1.203 orang, ungkap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (30/9). Menurut media lokal, pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa warga bisa membeli makanan dari pasar-pasar dan negara akan menanggung biayanya.

Tsunami, yang menjulang setinggi tiga meter menghantam Palu, ibukota provinsi Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Donggala.

Sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB, mengatakan kepada para wartawan bahwa 821 orang dikonfirmasi tewas di Palu, sementara 11 korban lainnya berasal dari kota Donggala.

Sebelumnya diberitakan bahwa tim penyelamat maupun para relawan mengalami kesulitan menjangkau lokasi bencana karena banyak jalan yang menuju Palu rusak. Hal itu pula yang ditegaskan oleh Syamsuddin, relawan Sahabat Al-Aqsha yang juga Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Mamuju, yang pada Sabtu (29/9) malam berangkat menuju Mamuju bersama tim menempuh perjalanan sekitar 353 kilometer. Alhamdulillah, pada Ahad (30/9) tiba di Palu.

“Donggala-Palu lumpuh total. Puluhan kilometer Donggala sampai Palu rumah-rumah dan bangunan-bangunan hancur, rata dengan tanah. Ratusan bangkai kendaraan berserakan,” ungkap Syamsuddin. Dari lokasi bencana ia mengabarkan bahwa mayat-mayat yang belum terevakuasi bergelimpangan di titik-titik terdampak gempa dan tsunami. Salah satunya di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Ia juga menegaskan bahwa luas daerah yang terdampak, tidak sebanding dengan kekuatan tim yang saat ini ada di lapangan.

Beberapa jenazah juga masih terjebak dalam reruntuhan puing-puing bangunan  sehingga para relawan mesti berjibaku menyibak sisa reruntuhan beton untuk menemukan jenazah yang tertimbun. Jenazah-jenazah yang telah ditemukan relawan pun sudah sulit teridentifikasi. Terendam sisa air laut yang masih menggenang di sekitaran pantai pasca tsunami.

Syamsuddin mengungkapkan, warga memilih mengungsi. Beberapa di antara mereka bahkan masih terpisah dengan keluarga, tanpa bisa saling mengabari karena jalur komunikasi putus dan listrik padam sehingga gelap gulita sepanjang Donggala-Palu. Evakuasi korban juga masih terus dilakukan. Syamsuddin menambahkan bahwa pangan, air bersih, selimut, tenda, dan penerangan masih sangat dibutuhkan di titik-titik pengungsian. Karena, jalur menuju ke lokasi masih sulit ditembus. Beberapa jalan utama terputus dan dialihkan melewati jalan-jalan sulit.

Saat ini BMH telah membuka posko induk dan dapur umum di areal pesantren Hidayatullah Kelurahan Tondo, Palu. Juga satu unit posko distribusi di Masjid Agung Darussalam, Kota Palu.* (Anadolu Agency | BMH | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Foto: Sahabat Al-Aqsha | BMH

Poster TSUNAMI PALU

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bayi 3 Bulan Terluka Saat Demonstrasi Anti-Permukiman Ilegal Yahudi di Kafr Qaddum
Ismail Haniyyah Ungkapkan Duka Mendalam atas Gempa, Tsunami di Palu-Donggala »