Bayi 3 Bulan Terluka Saat Demonstrasi Anti-Permukiman Ilegal Yahudi di Kafr Qaddum

29 September 2018, 23:11.
Foto: Ma'an News Agency

Foto: Ma’an News Agency

QALQILIYA, Sabtu (Ma’an News Agency): Seorang bayi berusia 3 bulan ada di antara sejumlah warga Palestina yang terluka oleh serdadu Zionis –yang memberangus demonstrasi damai anti-permukiman ilegal Yahudi– pada Jum’at (28/9) di desa Kafr Qaddum, utara Tepi Barat terjajah di distrik Qalqiliya.

Koordinator komite perlawanan rakyat di Kafr Qaddum, Murad Ishteiwi, menyatakan bahwa serdadu Zionis menggerebek desa sebelum shalat Jum’at untuk memberangus demonstrasi mingguan yang dimulai setelah shalat Jum’at.

Ishteiwi menambahkan bahwa gerombolan serdadu Zionis menembakkan peluru baja berlapis karet dan bom-bom gas airmata ke arah demonstran dan ke dalam rumah-rumah warga.

Tujuh demonstran, beberapa dari mereka berasal dari Korea Selatan, sementara lainnya warga Palestina, terluka bersama dengan bayi berusia 3 bulan, yang menderita sesak nafas akibat bom gas airmata yang dilemparkan ke rumah-rumah di desa tersebut. Seluruh korban luka, termasuk si bayi, dirawat di tempat kejadian.

Warga Kafr Qaddum mulai melakukan demonstrasi mingguan pada 2011 untuk melawan perampasan tanah oleh ‘Israel’, serta penutupan jalan di bagian selatan desa oleh serdadu Zionis. Jalan, yang telah ditutup selama 14 tahun, itu merupakan rute utama ke sekitar kota Nablus, yang paling dekat dengan pusat ekonomi.

Serdadu Zionis menutup jalan setelah memperluas permukiman ilegal Yahudi Kedumim pada 2003. Hal itu memaksa warga desa menempuh rute lain agar dapat bepergian ke Nablus. Masalahnya, menurut kelompok HAM ‘Israel’ B’Tselem, rute lain itu memperpanjang waktu yang harus ditempuh ke Nablus dari 15 menit menjadi 40 menit,.

Addameer, Asosiasi Dukungan Tawanan dan HAM, menyatakan: “Sebelum 2003, warga Kafr Qaddum bisa menggunakan jalan lebih pendek ke timur untuk datang dan pergi ke kota-kota, serta desa-desa terdekat.”

Addameer menambahkan, “Satu-satunya jalan alternatif sekitar enam kali lebih lama dari rute sebelumnya sehingga mengganggu warga desa yang akan kuliah, bekerja, dan aspek penting lainnya dalam ekonomi dan kesejahteraan sosial mereka.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 384 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa, Tsunami di Palu
Jumlah Korban Tewas Gempa, Tsunami Palu-Donggala Capai 1.203 Orang »