Dua Tahanan Palestina Terluka Pada Serangan Militer Israel Ke Penjara Ofer

19 April 2010, 08:07.

Tahanan Palestina di penjara Israel (foto: paltelegraph)

Tahanan Palestina di penjara Israel (foto: paltelegraph)

Sahabatalaqsha.com -Gaza- Dua orang tahanan Palestina, Maher Khmaysah and Hesham Ghnimat, dilarikan ke rumah sakit setelah beberapa satuan militer Israel menyerbu bagian “persatuan nasional” penjara Ofer, di bagian barat Ramallah, yang “dibagi” untuk para tahanan dari Hamas dan Fatah.

Direktur Pusat Kajian Tahanan Ahrar, Fu’ad Al-Khafsy, menjelaskan bahwa satuan-satuan militer Israel yang menyerbu itu yakni Metsada, Dror dan Nahshon yang disiapkan khusus untuk menekan para tahanan, menyerang salah satu bangsal penjara Ofer tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga melukai dua orang tahanan Palestina itu.

Khafsy mengatakan bahwa serbuan pada bagian itu menyebabkan keadaan tegang dan suasana marah di antara para tahanan yang kini bersiaga penuh dan mengancam akan mengambil tindakan jika satuan-satuan militer Israel itu tidak segera mundur. Khafsy juga menambahkan bahwa pihak penjara akan melarang kunjungan keluarga selama sebulan bagi tahanan di kamar delapan dan sembilan.

Ia memaparkan bahwa pelanggaran ini terjadi terhadap para tahanan sehari sesudah Penny, direktur otoritas penjara Israel, dan Gizon, direktur otoritas penjara Israel untuk distrik bagian selatan, bertemu dengan perwakilan para tahanan penjara Ofer. Dalam pertemuan itu Penny dan Gizon kecewa terhadap para tahanan karena tidak berhasil berunding dengan mereka, meskipun Penny dan Gizon sudah merayu dengan janji memberikan sejumlah hak istimewa sebagai usaha menghalangi para tahanan ikut melakukan aksi mogok makan yang diumumkan penjara-penjara lain.

Para pegiat hak-hak asasi manusia menambahkan bahwa Penny dan Gizon mengancam para tahanan dengan ancaman akan memberikan hukuman jika mereka bersikeras ikut serta dalam aksi mogok makan itu.

Sementara itu, Komite Tahanan Palestina melaporkan bahwa intelijen Israel menolak membebaskan seorang tahanan Palestina, bernama Nizal Soman, yang berafiliasi dengan kelompok Jihad Islam meskipun ia sudah menyelesaikan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Komite itu mengatakan bahwa para personal intelijen Israel berusaha memaksa tahanan itu agar mau diasingkan di luar Palestina, dan jika ia tidak mau makan akan ditahan selama-lamanya, akan tetapi tahanan itu memilih menghabiskan seluruh sisa hidupnya di dalam penjara di Palestina daripada menerima tawaran diasingkan di luar tanah airnya. pic/paltelegraph/ez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Menteri Kesehatan Palestina: “Ketiadaan BBM Hantarkan Tragedi Kemanusiaan”
Pemukim Yahudi Dirikan Hunian Ilegal Di Tanah Palestina Di Al-Khalil »