Sakit, Wanita Lansia Ini Tak Punya Tempat Tinggal Setelah Penjajah Hancurkan Rumahnya

8 November 2018, 21:05.
Basma Al-Rajabi dengan tabung oksigennya dan suaminya Muhammed Recebi hanya bisa menatapi reruntuhan bangunan setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan rumah mereka dengan dalih tak berizin di kota Beit Hanina, Kota Tua, Baitul Maqdis Timur pada 6 November 2018. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Basma Al-Rajabi dengan tabung oksigennya dan suaminya Muhammed Recebi hanya bisa menatap reruntuhan bangunan setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan rumah mereka dengan dalih tak berizin di kota Beit Hanina, Kota Tua, Baitul Maqdis Timur pada 6 November 2018. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Buldozer penjajah Zionis menghancurkan rumah warga Palestina Selasa (6/11) lalu sehingga mengakibatkan penghuninya yang sedang sakit tak punya tempat tinggal.

Basma Al-Rajabi –yang kondisi medisnya membuat ia hanya bisa bernafas saat menggunakan tabung oksigen– dan suaminya terusir dari rumah mereka di Beit Hanina, Baitul Maqdis Timur setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan rumah mereka dengan dalih dibangun tanpa izin. Alhasil, kini 12 anggota keluarga Al-Rajabi tak punya tempat tinggal.

Basma dibawa ke rumah sakit untuk dirawat setelah pingsan di tempat kejadian.

Di Silwan terjajah, gerombolan serdadu bersenjata Zionis menghancurkan sebuah bangunan komersial milik warga Palestina dan menyerang para pemiliknya saat mereka berusaha menghalangi proses penghancuran.

Sekitar 12 warga Palestina di kamp pengungsi Shuafat juga tak lagi memiliki tempat tinggal setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan bangunan tempat tinggal berlantai empat yang terdiri dari 12 flat milik keluarga Jaradat pada Rabu (7/11) pagi. Kantor berita Ma’an memberitakan, pemilik gedung telah menghabiskan biaya sebesar tiga juta shekel (711.000 dolar) untuk membangun gedung itu.

Pemberian izin pembangunan oleh otoritas penjajah Zionis hampir mustahil diperoleh warga Palestina di Tepi Barat terjajah dan Baitul Maqdis Timur.

Sejak awal 2018, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA) melaporkan 359 bangunan warga Palestina telah dihancurkan oleh penjajah Zionis di Tepi Barat terjajah, termasuk Baitul Maqdis Timur, sehingga 381 warga Palestina harus mengungsi.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Basma Al-Rajabi dengan tabung oksigennya dan suaminya Muhammed Recebi hanya bisa menatapi reruntuhan bangunan setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan rumah mereka dengan dalih tak berizin di kota Beit Hanina, Kota Tua, Baitul Maqdis Timur pada 6 November 2018. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Basma Al-Rajabi dengan tabung oksigennya dan suaminya Muhammed Recebi hanya bisa menatap reruntuhan bangunan setelah gerombolan serdadu Zionis menghancurkan rumah mereka dengan dalih tak berizin di kota Beit Hanina, Kota Tua, Baitul Maqdis Timur pada 6 November 2018. Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Ustadz Abdul Somad Tunaikan Amanah Sahabat Al-Aqsha di Palu
Nelayan Palestina Ditembak Mati Tentara Mesir »