Suami-Istri Suriah Ini Ajarkan Kaligrafi untuk Hapus Kenangan Menyakitkan Karena Perang

26 February 2019, 10:46.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

GAZIANTEP, Selasa (Anadolu Agency): Pasangan Suriah –yang hijrah ke Turki dan menetap di Gaziantep karena perang sipil di negara mereka– berusaha menghilangkan kenangan menyakitkan karena perang dengan mengajarkan kaligrafi.

Muhiddin Najib Badenjki, warga Suriah berusia 70 tahun dari Aleppo, memulai kaligrafi ketika ia berusia 13 tahun.

Ia menetap di Gaziantep dengan istrinya, Hasnaa Tahhan, yang berusia 60 tahun dan anak-anaknya setelah perang sipil terjadi di negaranya.

Badenjki, yang juga mengajarkan istrinya seni kaligrafi dan marmer di sebuah rumah dengan satu kamar, berusaha melupakan kenangan pahit perang bersama istrinya.

Dia telah mengajarkan kaligrafi dan marmer selama sekitar 50 tahun di tanah airnya dan kini ia memberikan pelajaran gratis kepada para pelajar Turki dan Suriah di Gaziantep.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Badenjki mengatakan ia masih menekuni seninya dengan penuh semangat.

Ia menyatakan bahwa ada banyak ahli kaligrafi yang sangat bagus di Turki. “Para pelajar juga menunjukkan minat yang besar terhadap seni ini. Rakyat Turki menghargai seni kaligrafi. Mereka membeli karya kaligrafi saya,” ujar Badenjki.

Hasnaa Tahhan mengatakan bahwa ia mulai belajar seni kaligrafi dan marmer dari suaminya untuk meringankan penderitaannya.

Mengekspresikan cintanya pada kaligrafi, Tahhan mengatakan: “Saya mencintai seni kaligrafi ketika saya berada di negara saya. Saya jatuh cinta dengan suara pena di atas kertas. Saya berusaha keras untuk belajar kaligrafi, dan akhirnya saya berhasil.”* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu Zionis Pukuli Pria Buta dan Menderita Penyakit Ginjal Ini Hingga Babak Belur
China Gunakan Peralatan Buatan Amerika Serikat untuk Awasi dan Lacak Muslim Uyghur »