Badai Rusak Tenda dan Toilet Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

27 February 2019, 20:10.
Foto: Anadolu Agency

Foto: Anadolu Agency

DHAKA, Rabu (Anadolu Agency): Badai yang tiba-tiba datang menghancurkan sebagian dari bangunan rapuh di kamp-kamp pengungsi Rohingya di bagian tenggara Bangladesh pada Senin lalu.

“Kami dalam masalah serius,” kata Ansar Ali, pemimpin Rohingya di kamp Kutupalang di distrik Cox’s Bazar. “Terutama para wanita sangat menderita karena sebagian besar toilet telah benar-benar rusak.”

Ia mengatakan, badai itu juga menghantam kamp-kamp lain termasuk Balukhali dan Palangkhali, serta menghancurkan gubuk-gubuk.

Ayesha Akter, seorang pengungsi yang tinggal di Modhur Chara di kamp Kutupalang, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa mereka kini terpaksa bertahan di bawah langit terbuka.

“Tolong segera bangun toilet kami,” katanya. “Kami terbiasa hidup di bawah langit terbuka tanpa naungan, tapi bagaimana kami bisa hidup tanpa toilet?”

Ziaul Haque dari kamp Kutupalang mengatakan pada Anadolu Agency bahwa musim badai baru saja dimulai. “Jika kami menghadapi situasi seperti sekarang, apa yang akan terjadi nanti ketika badai besar atau topan menghantam kami?”

Ia meminta pemerintah Bangladesh dan lembaga-lembaga bantuan internasional untuk membangun tempat berlindung yang tahan terhadap musim hujan yang akan datang, yang biasanya disertai badai besar, tornado, dan angin topan.

“Bahkan seng tipis yang digunakan sebagai pagar dan atap di beberapa tenda juga telah rusak,” kata Osman Gani, salah seorang pengungsi.

Akan tetapi, Komisaris Komisi Pemulihan dan Repatriasi Rohingya (RRRC), Mohammed Abul Kalam Azad, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa ia tidak diberi informasi tentang bencana ini.

“Kami akan menyelidiki masalah ini dan merekomendasikan kepada otoritas terkait untuk segera memberikan bantuan,” katanya.* (Anadolu Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« China Gunakan Peralatan Buatan Amerika Serikat untuk Awasi dan Lacak Muslim Uighur
Turki Desak China Hargai Hak-hak Muslim Uighur »