PBB: ‘Israel’ Sengaja Tembak Anak-anak dan Paramedis Saat Demonstrasi di Gaza

1 March 2019, 21:56.
Yusuf Said Hussein al-Dayeh (15) meninggal dunia setelah ditembak di dada oleh gerombolan serdadu Zionis di Gaza. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Yusuf Said Hussein al-Dayeh (15) meninggal dunia setelah ditembak di dada oleh gerombolan serdadu Zionis di Gaza. Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): ‘Israel’ sengaja menargetkan anak-anak, wartawan dan paramedis selama demonstrasi damai di Gaza, meski itu melanggar hukum internasional. Hal tersebut diungkapkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) dalam laporannya kemarin (28/2).

UNHRC menyatakan bahwa rekaman dari tempat kejadian, keterangan para saksi mata dan catatan medis telah menunjukkan bahwa para serdadu Zionis menembaki staf medis dan para wartawan yang meliput “Great March of Return”.

Dua wartawan dan tiga pekerja medis tewas oleh amunisi tajam, serta 39 terluka antara 30 Maret dan 31 Desember 2018, padahal profesi mereka dilindungi berdasarkan hukum internasional.

UNHRC juga menegaskan bahwa para wanita dan orang-orang cacat tak luput menjadi target gerombolan serdadu Zionis.

Meskipun sejak awal mengetahui bahwa “penembakan terhadap demonstran Palestina dengan senjata berkecepatan tinggi dalam jarak dekat mengakibatkan kematian dan cedera jangka panjang yang mengubah hidup, termasuk kelumpuhan dan amputasi…para serdadu Zionis ‘Israel’ terus melakukan praktik ini.” Laporan itu melanjutkan, “ini menunjukkan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional”.

UNHRC menambahkan bahwa “penggunaan amunisi tajam oleh serdadu Zionis terhadap para demonstran adalah melanggar hukum.”

Hanya dalam satu hari pada 14 Mei, serdadu Zionis menembak dan membunuh tujuh anak, yang termuda baru berusia 13 tahun.

UNHRC juga menyatakan, ‘Israel’ secara konsisten tidak menyelidiki dan menuntut para komandan serta serdadu yang diduga melakukan kejahatan terhadap warga Palestina.

Dalam serangkaian rekomendasi kepada otoritas ‘Israel’, UNHRC menuntut diakhirinya blokade Gaza, akses cepat perawatan medis untuk para demonstran, serta mendesak ‘Israel’ berhenti menggunakan kekuatan mematikan terhadap warga sipil, wartawan, staf medis, anak-anak dan orang cacat.

UNHRC juga merekomendasikan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan dan meminta pertanggungjawaban ‘Israel’.

UNHRC meminta Komisioner PBB untuk HAM agar menangani dan membagikan bukti-bukti kepada badan-badan hukum termasuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menginvestigasi para pelaku kejahatan.

Mereka yang dinyatakan bersalah atas kejahatan harus diberi sanksi, asetnya dibekukan dan diekstradisi untuk diadili, tambah laporan itu.

Penjajah Zionis ‘Israel’ menolak laporan itu dan menyebutnya “sandiwara yang menggelikan”.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Foto: Mohammed Asad/Middle East Monitor

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Turki Desak China Hargai Hak-hak Muslim Uighur
Balikpapan Cinta Baitul Maqdis »