Rohingya Bangkit Bersama Al-Qur’an

3 March 2019, 19:03.
Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

SLEMAN, Ahad (Sahabat Al-Aqsha): Jama’ah pengajian rutin Malam Ahad Masjid Al-Aman, Sleman, antusias mendengarkan dengan saksama penjelasan Ustadz Fachrurozi mengenai dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits terkait peran penting Al-Qur’an dalam kemuliaan hidup seseorang.

Da’i pengampu banyak majelis ta’lim rutin di Yogyakarta ini juga mencontohkan sejumlah sahabat yang langsung terangkat kemuliaan derajatnya setelah penerimaannya terhadap Al-Qur’an itu benar, seperti Bilal bin Rabah. Sebaliknya, jelas Ustadz Fachrurozi, musuh Islam yang sebelumnya mulia di dunia, nilainya langsung jatuh ketika penerimaan terhadap Al-Qur’an: salah, seperti Abu Lahab dan istrinya.

Hal tersebut disampaikan da’i lulusan Universitas Islam Madinah itu dalam acara silaturrahim bertema “Rohingya Bangkit dengan Al-Qur’an” yang diselenggarakan Sahabat Al-Aqsha di Masjid Al-Aman, Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (2/3), pada pukul 19.30-21.30 WIB. Selain Ustadz Fachrurozi, hadir pula sebagai narasumber Suwahya Tumijanta, relawan Sahabat Al-Aqsha (SA), dan Dr Rinaldi Tri Frisianto, dokter spesialis anestesi, relawan medis SA, dan penanggung jawab program SA4Rohingya.

Dalam kesempatan itu, Suwahya Tumijanta menyampaikan arti penting Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis sebagai satu dari tiga tempat terpenting menurut Allah dan Rasul-Nya, yang kini kondisinya sedang terpuruk sehingga harus diperjuangkan.

Suwahya, yang kerap disapa Pak Je ini menegaskan, sudah seharusnya nilai dan spirit kejuangan untuk pembebasan Baitul Maqdis (Akidah, Ukhuwwah, Izzah dan Sunnah) –yang juga sebagai titik pusat keberkahan– menginspirasi dan menjiwai seluruh jiwa mereka yang menambatkan hati pada Al-Aqsha. Termasuk ketika mengetahui ada daerah yang tidak begitu jauh dari bumi Nusantara, telah mengalami penindasan dan kezhaliman yang luar biasa: Arakan, yang merupakan rumah bagi kaum Muslimin Rohingya.

Dokter Rinaldi sebagai pembicara ketiga, menyampaikan kesaksiannya ketika bersama tim SA4Rohingya melihat langsung fenomena kezhaliman besar-besaran di abad 21 di distrik Cox’s Bazar, di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Dokter Aldi juga menyampaikan sejarah Arakan, Muslimin Rohingya dan dinamikanya hingga sekarang mereka mengalami musibah besar yang mencapai tingkat kejatuhan martabat sangat rendah.

Lantas, apa yang bisa dilakukan Muslimin Indonesia untuk membantu Muslimin Rohingya?
Alhamdulillah, dengan izin Allah, SA4 Rohingya terus bergerak untuk menyalurkan amanah keluarga Indonesia kepada keluarga Rohingya melalui program:
1. Beasiswa pelajar Rohingya.
2. Madrasah Sahabat di Kamp Pengungsi, berupa kegiatan: layanan dapur umum, layanan kesehatan keliling dan santunan untuk para pengajar Al-Qur’an di kamp pengungsi.
3. Santunan khusus untuk ibu hamil, malnutrisi dan para janda.
4. Santunan untuk para guru yang masih berada di tempat asal mereka: Arakan, Myanmar.
5. Penebusan dan pembebasan tawanan, yang sebagian besar adalah kaum ibu dan anak-anak.
6. Proyek “Translate the Holy Quran into Rohingya Language”.* (Sahabat Al-Aqsha)

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Ustadz Fachrurozi. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Pak Je, relawan Sahabat Al-Aqsha. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Foto: Sahabat Al-Aqsha

Dr. Rinaldi Tri Frisianto. Foto: Sahabat Al-Aqsha

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dengan Taktik Intimidasi, Rezim Suriah Tangkap 50 Anak di Homs
SIRAMAN MANIS Datang Lagi, Are You Ready? »