Dengan Taktik Intimidasi, Rezim Suriah Tangkap 50 Anak di Homs

2 March 2019, 22:09.
Tentara rezim Suriah. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor

Tentara rezim Suriah. Foto: Dokumentasi Middle East Monitor

LONDON, Sabtu (Middle East Monitor): Rezim Suriah menangkap sekitar 50 anak di distrik Homs setelah selebaran tentang dukungan terhadap revolusi Suriah dibagikan kepada sejumlah penduduk setempat. Demikian berita yang dipublikasikan Orient News.

Aktivis setempat mengatakan kepada wartawan bahwa anak-anak di bawah umur, yang berusia antara 13 dan 16 tahun, ditangkap oleh dinas intelijen dalam penggerebekan di rumah dan sekolah mereka di kota Al-Rastan pada Selasa. Hingga kini lokasi mereka masih belum diketahui.

Tidak jelas pula alasan penangkapan anak-anak itu. Akan tetapi, operasi penangkapan terjadi setelah selebaran –yang menyatakan dukungan terhadap kelompok oposisi Ahrar Al-Shaam– ditemukan di dekat sebuah masjid setempat. Tidak jelas apakah anak-anak itu yang membagikan selebaran atau apakah penangkapan itu adalah upaya untuk menghukum anggota keluarga yang diduga mencetak selebaran. Kerabat hanya diberitahu bahwa anak-anak itu dalam keadaan aman, namun tidak ada jangka waktu yang ditetapkan untuk pembebasan mereka.

Penahanan ini memicu ketakutan akan pembalasan lebih lanjut terhadap penduduk setempat. Sejumlah warga menyatakan keinginan hijrah ke Idlib –benteng oposisi terakhir– untuk melarikan diri dari apa yang mereka anggap taktik intimidasi dari Damaskus.

Gelombang penangkapan juga diikuti berita bahwa tiga pemuda dari Al-Rastan yang sebelumnya ditahan oleh pemerintah Suriah telah tewas di penjara. Kabarnya mereka tewas karena penyiksaan.

Keluarga Ayoub Mohammed Ayoub, Mohammed Fadel Ayoub dan Khalid Fayez Tlas diperintahkan untuk menerima akte kematian dari penjara “rumah jagal” Saydnaya yang terkenal kejam. Ketiga pemuda itu ditangkap saat penggerebekan di masa awal revolusi. Ada sekitar 4.500 orang dari Al-Rastan yang ditahan rezim Suriah.

Menurut Syrian Network for Human Rights (SNHR), sekitar 14.000 orang tewas karena penyiksaan di penjara-penjara Suriah sejak 2011, sebanyak 11.000 di antaranya berada di Saydnaya. Sementara itu, sekitar 82.000 orang dihilangkan secara paksa dan hingga kini keberadaan mereka masih belum diketahui.

Homs direbut kembali oleh rezim Bashar Al-Assad dengan bantuan sekutu Rusia Mei lalu, setelah mencapai kesepakatan rekonsiliasi dengan pejuang oposisi, yang sebagian besar dipindahkan ke bagian utara negara itu. Rezim dengan sewenang-wenang menahan ratusan warga yang berada di provinsi itu.

Bahkan mereka yang tidak terlibat dalam pertempuran menjadi sasaran. Tahun lalu, 11 anggota unit pertahanan sipil White Helmets ditahan di Al-Rastan dengan tuduhan mendukung aktivitas ilegal.

Para aktivis menegaskan bahwa pembalasan oleh pemerintah Suriah terhadap orang-orang yang sebelumnya mendukung revolusi mengingatkan pada tindakan yang diambil oleh rezim pada masa awal Musim Semi Arab. Pada 2011, penculikan, penyiksaan dan pembunuhan Hamza Al-Khateeb yang berusia 13 tahun dari Dara’a adalah pencetus awal aksi protes di negara itu.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dilarang Masuk Masjidil Aqsha, Puluhan Jama’ah Palestina Shalat Jum’at di Bab Al-Asbat
Rohingya Bangkit Bersama Al-Qur’an »