Serdadu ‘Israel’ Gelar Latihan Besar-besaran yang Simulasikan Perang Multi-Front

10 December 2019, 06:10.
Anggota militer ‘Israel’, ekskavator, trailer dan kendaraan lain yang beroperasi di dekat perbatasan Lebanon pada 5 Desember 2018 [Ali Dia/AF/Getty Images]

Anggota militer ‘Israel’, ekskavator, trailer dan kendaraan lain yang beroperasi di dekat perbatasan Lebanon pada 5 Desember 2018 [Ali Dia/AF/Getty Images]

MILITER ‘Israel’ telah menggelar latihan besar-besaran yang mensimulasikan perang melawan Hizbullah Libanon dan gerakan Hamas Palestina yang melibatkan ribuan tentara.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa Divisi Artileri 215 ambil bagian dalam latihan taktis selama seminggu yang berlangsung di Lembah Yordan yang diduduki Minggu lalu.

Latihan tersebut merupakan simulasi perang terbesar yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

“(Hal itu) sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Komandan Batalyon 402 Lt.-Col. Udi Amir pada The Jerusalem Post.

Pekan lalu Jordan menggelar latihan militernya sendiri untuk menghadapi konflik bersenjata masa depan dengan ‘Israel’, menyusul hubungan yang memburuk dengan negara tetangga.

Satu di antara pemicunya adalah pernyataan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu yang berambisi mencaplok Lembah Yordan dan lembah utara Laut Mati.

Brigade Pencarian dan Penyelamatan (SAR) ‘Israel’ juga ambil bagian dalam latihan berskala besar yang menjangkau Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki hingga ke Gurun Negev.

Latihan ini mensimulasikan kerusakan infrastruktur yang signifikan sebagai imbas perang multi-front.

Para pionir pertahanan Israel percaya bahwa setiap pecahnya pertempuran di perbatasan utara dengan Lebanon tidak akan terbatas pada satu perang saja.

Mereka khawatir kemungkinan Hamas memasuki konflik yang dihipotesakan tersebut.

The Jerusalem Post lebih lanjut mengutip Amir yang menekankan pentingnya membedakan antara Hizbullah dan Hamas.

Dimana sebelumnya mereka bisa dikatakan sebagai “pasukan semu” karena jumlah dan kekuatan persenjataan mereka, yang mengharuskan tentara Israel untuk bereaksi lebih cepat dan lebih kuat.

Sebelumnya hari ini dilaporkan bahwa sebuah tank Israel terbalik selama latihan militer di sepanjang perbatasan Lebanon.

Menurut situs berita Hamodia, tank itu kondisinya rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Tank terbalik saat sedang bergerak dalam kabut tebal di sepanjang punggung pegunungan.

Investigasi telah dibuka mengenai keadaan spesifik dari insiden tersebut. ” (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Organisasi HAM: ‘Israel’ Tangkap 374 Warga Palestina Selama November 2019
Jelang Sidang Perdana di ICJ, Kampanye Internasional Boikot Myanmar Viral »