Jelang Sidang Perdana di ICJ, Kampanye Internasional Boikot Myanmar Viral

10 December 2019, 11:33.
Foto: Rohingya Vision

Foto: Rohingya Vision

DALAM rangka membuat Myanmar mengalami tekanan ekonomi, kultur, diplomasi, dan politis secara global, 30 organisasi di bidang HAM, akademik, dan profesi dari 10 negara meluncurkan bersama-sama sebuah kampanye untuk memboikot negara di Asia Tenggara tersebut.

Peluncuran “Boycott Myanmar Campaign” bertepatan dengan tibanya Aung San Suu Kyi, kepala negara Myanmar secara de facto, di Den Haag, Belanda.

Aung San Suu Kyi datang dengan agenda membela negaranya dalam persidangan Mahkamah Internasional (ICJ) pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2019.

Sebelumnya, Gambia menggugat Myanmar ke ICJ karena telah melakukan kejahatan genosida terhadap etnis Rohingya.

Hal ini dianggap menyalahi Konvensi Genosida, dimana Gambia maupun Myanmar beserta negara-negara lain telah menandatangani dan menyepakatinya bersama.

Melalui websitenya, kampanye untuk memboikot Myanmar tersebut juga menyatakan tanggal 9 Desember sebagai Hari Memperingati Genosida Internasional.

Di antara penggagas utama kampanye global ini ialah Free Rohingya Coalition, Forsea.co, Restless Beings, Destination Justice, Rohingya Human Rights Network of Canada, Rohingya Human Rights Initiative of India, dan Asia Centre.

Suu Kyi yang dulunya adalah penerima penghargaan Nobel Perdamaian, saat ini mendapat banyak cercaan dari seluruh penjuru dunia.

Berbagai cercaan datang karena sikap Suu Kyi yang menolak dan tidak mau mengakui berbagai bukti kuat adanya upaya genosida pemerintah Myanmar yang dilakukan secara sistematis terhadap 1 juta lebih etnis Muslim minoritas Rohingya.

“Tim Pencari Fakta PBB di Myanmar secara gamblang menyatakan bahwa Myanmar, negara tanah air saya dan leluhur saya, dengan sengaja telah berupaya menghilangkan komunitas saya, etnis Rohingya,” kata Nay San Lwin, salah seorang pendiri Free Rohingya Coalition yang berbasis di Jerman yang juga merupakan inisiator kampanye ini.

“Sebagai aktivis HAM Rohingya, kami telah berjuang keras untuk mengampanyekan kebebasan Nyonya Suu (Kyi) dari 15 tahun masa penahanannya oleh militer Burma (Myanmar). Namun setelah bebas, ia ternyata bergandengan tangan dengan pihak militer yang telah banyak menghilangkan nyawa (warganya),” ujar Nay.

“Mewakili komunitas Rohingya yang selamat (dari upaya genosida Myanmar), saya mengajak mari gunakan kebebasan dan kekuatan kalian, sebagai seorang warga negara dan juga sebagai konsumen, baik perseorangan ataupun mewakili jaringan aktivis, komunitas agama, institusi pendidikan, atau asosiasi profesi maupun parlementer, untuk menghentikan semua bentuk hubungan institusional maupun formal dengan Myanmar.”

Apa Masalahnya?

Sejak Agustus 2017, sekitar 750.000 warga Rohingya lari ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kebengisan militer Myanmar.

Jumlah itu menambah 300.000 warga Rohingya yang sebelumnya telah lebih dulu mengungsi disebabkan hal yang sama.

Berdasarkan laporan Ontario International Development Agency, militer Myanmar telah membunuh 24.000 warga Rohingya dan memerkosa ribuan wanita dan anak-anak perempuan Rohingya sejak Agustus 2017.

PBB menyatakan tragedi ini sebagai contoh nyata penghapusan etnis.

Meskipun begitu, dalam 2 tahun ini, Dewan Keamanan PBB tak mengambil langkah tegas kepada Myanmar karena China dan Rusia memiliki hak veto.

Apa yang Terjadi Hari Ini?

ICJ untuk pertama kalinya akan menggelar sesi pemeriksaan atas gugatan kasus genosida kepada Myanmar.

European Rohingya Council (ERC) dan Myanmar Muslim Association Netherlands (MMAN) akan mengorganisir sebuah aksi solidaritas mulai tanggal 10 hingga 12 Desember di depan gedung ICJ di Den Haag.

“Kami adalah Rohingya, kami adalah manusia. Kalian tahu Myanmar telah melakukan kejahatan genosida. Kami tak mempunyai kekuatan untuk mencegah kekejaman militer Myanmar dan para ekstremis Budha. Kami butuh bantuan dan dukungan kalian,” kata seorang aktivis Rohingya bernama Mohammad Eleyas dalam sebuah pesan video di Twitter. (The Daily Star)

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

 

 

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

Infografis: Boycott Myanmar Campaign

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Serdadu ‘Israel’ Gelar Latihan Besar-besaran yang Simulasikan Perang Multi-Front
‘Israel’ Larang Gubernur Baitul Maqdis Gelar Pertemuan di Dalam Kota »