Anggota Parlemen Israel Minta Jatah Air Tawanan Palestina Dikurangi

18 July 2009, 10:23.

Tawanan Palestina Di Penjara Israel (PIC)

Tawanan Palestina Di Penjara Israel (PIC)

Gaza— Pusat Kajian Tawanan (The Prisoners’ Study Center) hari Kamis memperingatkan tentang seruan jahat anggota ekstrimis kanan parlemen Israel (Knesset), Dani Danoun, agar mengurangi pasokan air untuk para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Pejabat fanatik Israel itu menuduh bahwa para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel membiarkan keran air tetap terbuka pada malam hari dengan tujuan untuk “membahayakan ekonomi Israel.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Kamis, yang salinannya diperoleh oleh The Palestinian Information Center (PIC), Pusat Kajian Tawanan menggambarkan tuduhan Danoun itu sebagai “usang,” mengingat sepanjang waktu masyarakat Israel memang mengalami kekurangan pasokan air. Pejabat Israel itu lalu mengarang tuduhan demikian untuk makin mencengkeramkan tali kekangnya terhadap para tawanan Palestina, dan membuat penderitaan mereka semakin berat.

Pusat Kajian Tawanan menegaskan lebih lanjut bahwa para tawanan telah lama menderita kekurangan air, akan tetapi otoritas penjara Israel tidak peduli. Pusat Kajian mendesak Israel untuk tidak mendengarkan permintaaan ekstrimis itu karena akan menjadi kontra produktif, terutama setelah otoritas penjara Israel mengurangi jatah roti bagi para tawanan Palestina.

Sebagaimana yang diberitakan Sahabat Al Aqsha sebelum ini, otoritas penjara Israel telah mengurangi dua per tiga jatah roti para tawanan Palestina. Jika sebelumnya mereka mendapatkan satu buah roti per orang, maka sejak beberapa waktu lalu menjadi satu buah roti untuk tiga orang tawanan. Tidak puas dengan itu, kini pejabat Israel menciptakan lagi cara untuk semakin menyiksa para tawanan Palestina itu dengan cara mengurangi jatah air mereka. PIC/ ez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Konvoi “Nadi Kehidupan 2” Dipimpin Anggota Parlemen Britania Tiba Di Gaza
UNICEF: Anak-Anak Gaza Paling Menderita Akibat Agresi Israel »