Ketua Arakan Rohingya National Organization: Muslimah-muslimah Rohingya Diperkosa di Kapal yang Mengungsikannya
7 May 2020, 10:21.

Foto: Rohingya Vision
COX’S BAZAR (Rohingya Vision) – Selama terkatung-katung di tengah lautan, para Muslimah Rohingya yang hendak menyelamatkan diri dari genosida Myanmar justru diperkosa hingga hamil oleh awak kapal yang membawa ratusan orang Rohingya tersebut.
Di sisi lain, para pedagang manusia ini meminta uang tambahan untuk bisa mendaratkan mereka ke Bangladesh ataupun Malaysia, dengan memanfaatkan penolakan negara-negara tersebut terhadap para Muhajirin Rohingya.
Ketua Arakan Rohingya National Organization, Nurul Islam, mengatakan; “Penjahat-penjahat ini memerkosa para wanita, dan beberapa di antaranya sampai hamil di atas kapal.”
Ia juga menceritakan bahwa banyak Muhajirin Rohingya yang meninggal akibat trauma, kelaparan, dehidrasi, dan kekurangan gizi.
Seorang saudara dari salah satu korban mengatakan, “Para penyelundup manusia itu baru-baru ini memerasku dengan meminta uang tambahan dan berjanji bahwa mereka (para pengungsi Rohingya) akan mendarat di Bangladesh dalam beberapa hari ke depan. Pada hari Ahad aku mengirim uang tersebut. Aku harus membayarnya karena diancam dan aku khawatir akan keselamatan saudaraku.”
Ia meminta agar identitasnya dirahasiakan karena bisa membahayakan nyawa saudaranya.
Baru-baru ini, sekelompok Muhajirin Rohingya yang berisi 29 orang (sebagian besar adalah wanita dan anak-anak) berhasil diselamatkan ke daratan Bangladesh.
Diperkirakan mereka merupakan sebagian kecil dari sekira 350 pengungsi Rohingya yang dilepas oleh para penyelundup menggunakan kapal kecil.
Laporan dari sumber lain mengatakan bahwa para penyelundup manusia tersebut hanya membebaskan mereka yang bisa melunasi nominal uang yang diminta.
Sedangkan yang lain hingga saat ini masih ditahan di tengah lautan.
Namun 29 Muhajirin Rohingya yang diselamatkan tersebut kemudian dipindah oleh pemerintah Bangladesh ke Bashan Char, pulau kecil di Teluk Bengal yang tak layak huni.
UNHCR sendiri telah menyatakan penentangannya atas kebijakan tersebut. (Rohingya Vision)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
