Pesawat yang Mengangkut 107 Orang Jatuh di Permukiman Padat di Karachi

23 May 2020, 09:18.
Foto: AFP

Foto: AFP

PAKISTAN (Daily Sabah) – Sebuah pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) milik pemerintah jatuh di dekat kota pelabuhan selatan Karachi pada hari Jum’at (22/5/2020), menewaskan semua penumpang dan awak sebanyak 107 orang, kata wali kota kota setempat.

Pesawat menabrak lingkungan yang padat di tepi bandara.

Walikota Wasim Akhtar mengatakan setidaknya lima atau enam rumah hancur dalam kecelakaan itu.

Belum diketahui berapa banyak korban dari daerah pemukiman.

Pesawat yang tiba dari kota timur Lahore itu membawa 99 penumpang dan delapan anggota awak, kata Abdul Sattar Kokhar, juru bicara otoritas penerbangan sipil negara itu.

Otoritas penerbangan sipil mengatakan pilot sempat menyerukan mayday ketika dia kehilangan daya mesin.

Pilot sedang berusaha mendarat darurat ketika pesawat jatuh.

Saksi mata mengatakan Airbus A320 tampaknya berusaha mendarat dua atau tiga kali sebelum jatuh di daerah permukiman dekat Bandara Internasional Jinnah.

Daerah permukiman di tepi bandara, yang dikenal sebagai Model Colony, adalah daerah yang miskin dan sangat padat.

Seorang warga di daerah itu, Abdul Rahman, mengatakan dia melihat pesawat berputar setidaknya tiga kali, tampak mencoba mendarat sebelum menabrak beberapa rumah.

Polisi dan militer kini menutup area itu.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan via twitter: “Terkejut & sedih atas kecelakaan PIA . Penyelidikan segera berjalan. Doa dan belasungkawa bagi keluarga para korban yang meninggal.”

Laporan televisi lokal menunjukkan asap yang datang dari arah bandara dan video kemunculan pesawat yang terbang rendah di atas area permukiman, yang tampaknya memperlihatkan adanya api dari salah satu mesin.

Ambulans bergerak ke bandara dan ada laporan beberapa orang terluka di tanah.

Pihak Airbus belum menanggapi permintaan komentar atas kecelakaan itu.

Penerbangan biasanya memakan waktu satu setengah jam dari kota Lahore di timur laut, ibu kota provinsi terpadat di Pakistan, Punjab, ke Karachi.

Dokumen kelaikan udara menunjukkan pesawat terakhir menerima cek pemerintah pada 1 November 2019.

Chief engineer PIA menandatangani sertifikat terpisah 28 April yang mengatakan semua perawatan telah dilakukan di pesawat dan bahwa “pesawat sepenuhnya layak terbang dan memenuhi semua standar keselamatan” .

Catatan kepemilikan untuk Airbus A320 yang terlibat dalam kecelakaan itu menunjukkan China Eastern Airlines menerbangkan pesawat itu dari 2004 hingga 2014.

Pesawat kemudian memasuki armada PIA, disewa dari GE Capital Aviation Services. (Daily Sabah)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bubarkan Unjuk Rasa Damai di Desa Kafr Qaddum, Serdadu Zionis Lukai Sejumlah Warga Palestina
HRW: ‘Kebijakan Thailand Penjarakan Muhajirin Rohingya Harus Dihentikan’ »