Isolasi Berkepanjangan di Kashmir Picu Krisis Kesehatan Mental

13 October 2020, 21:21.
Foto: AP

Foto: AP

KASHMIR (TRT World) – Warga Kashmir sudah diisolasi selama lebih dari enam bulan sebelum wabah Covid-19 menyebar luas. Kondisi ini memicu krisis kesehatan mental.

Di Srinagar, Omar Mukhtar Dar (bukan nama sebenarnya) adalah satu di antara banyak orang yang terkena dampak.

Pria berusia 26 tahun itu mengalami gejala depresi pada Agustus tahun lalu, ketika rezim India menghapus status khusus Kashmir dan me-lockdown wilayah itu.

Situasi ini memaksa warga untuk diam di rumah dengan frustrasi, menganggur, tanpa pekerjaan.

“Saya berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Tapi setiap kali situasi memburuk di Kashmir, akan ada jam malam, pemogokan, dan para pengemudi menjadi pengangguran selama sekitar satu tahun.”

Situasi di bagian wilayah Kashmir – yang berada di bawah kendali India – kian memburuk pada bulan Maret tahun ini setelah rezim Modi mengumumkan lockdown nasional untuk melawan Covid-19.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Doctors Without Border pada 2015 memperkirakan bahwa hampir 1,5 juta warga Kashmir memiliki semacam gangguan kesehatan mental.

Sejak tahun lalu, terjadi lonjakan kasus tambahan.

Lockdown tidak hanya memicu depresi, kecemasan, atau gangguan klinis lainnya, tetapi juga memperburuk situasi mereka yang berjuang keras untuk mengatasi gangguan kesehatan mental yang telah ada sebelumnya.

Pasien yang penyakitnya kambuh memenuhi rumah sakit psikiatri.

Dr Yasir Hassan Rather, konsultan psikiatrik, memprediksi bahwa pandemi Kashmir yang bakal melanda selanjutnya adalah pandemi kesehatan mental. (TRT World)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Upaya Yahudisasi, Pemukim Ilegal Tempel Batu Motif Menorah di Gerbang Al-Khalil
Hamas: Sejarah Tak Akan Maafkan Negara yang Menormalisasi Hubungan dengan ‘Israel’ »