Hamas: Sejarah Tak Akan Maafkan Negara yang Menormalisasi Hubungan dengan ‘Israel’

13 October 2020, 21:24.
Foto: Palinfo

Foto: Palinfo

PALESTINA (Palinfo) – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haneyya, menyatakan sejarah tidak akan memaafkan negara-negara Arab yang mengakui ‘Israel’ dan melakukan normalisasi dengannya.

Dalam dialognya dengan pemimpin redaksi situs Middle East Eye, David Herst, di Istanbul, Haneyya menambahkan bahwa kesepakatan apapun yang diteken negara Arab dengan ‘Israel’ akhirnya akan membahayakan negara tersebut.

Tujuan ‘Israel’ melakukan kesepakatan dengan negara manapun adalah menciptakan pijakan militer dan ekonomi di wilayah yang dekat dengan Iran.

“Negara-negara yang membiarkan diri mereka digunakan sebagai sarana untuk memfasilitasi proyek-proyek ‘Israel’ di wilayah tersebut akan kalah,” ujar Haneyya.

Di sisi lain, Haneyya memaparkan perkembangan pertukaran tawanan dengan ‘Israel’.

“Saat ini Mesir sedang berunding dengan ‘Israel’ soal pertukaran tawanan yang sedang diajukan,” tutur Haneyya.

Utusan Mesir menyampaikan tuntutan Hamas kepada pihak lain, dan Hamas sedang menunggu jawaban mereka.

Haneyya menegaskan Hamas siap menghadapi serangan baru terhadap Gaza. Perang apapun ke depan akan menelan biaya tinggi bagi ‘Israel’.

Terkait rekonsiliasi internal Palestina, Haneyya menegaskan bahwa Hamas merasa ada perubahan positif di lapangan di Tepi Barat sebagai hasil pembicaraan rekonsiliasi dengan Fatah. (Palinfo)

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Isolasi Berkepanjangan di Kashmir Picu Krisis Kesehatan Mental
Gerombolan Pemukim Ilegal Lukai Petani Palestina dan Jarah Buah Zaitun Siap Panen »