Warga Nablus Lawan Perluasan Permukiman Ilegal dan Tuntut Pembebasan Maher Al-Akhras

15 October 2020, 19:01.
Pengunjuk rasa Palestina melaksanakan shalat di tengah asap gas air mata ketika serdadu zionis ‘Israel’ membubarkan unjuk rasa menentang perluasan permukiman ilegal di dekat Desa Beit Dajan, timur Nablus. (Jaafar Ashtiyeh/AFP)

Pengunjuk rasa Palestina melaksanakan shalat di tengah asap gas air mata ketika serdadu zionis ‘Israel’ membubarkan unjuk rasa menentang perluasan permukiman ilegal di dekat Desa Beit Dajan, timur Nablus. (Jaafar Ashtiyeh/AFP)

PALESTINA (TRT World) – Serdadu zionis ‘Israel’ membubarkan unjuk rasa menentang perluasan permukiman ilegal di dekat Desa Beit Dajan, timur Nablus.

Para pengunjuk rasa juga menyerukan pembebasan tahanan Maher al Akhras, yang pada Rabu (14/10/2020) telah memasuki hari ke-80 melakukan aksi mogok makan.

Al-Akhras memprotes penahanannya yang semena-mena; tanpa dakwaan dan proses peradilan oleh penjajah ‘Israel’.

Ketegangan kian meningkat sejak kelompok kampanye ‘Israel’ Peace Now mengumumkan bahwa 4.430 unit permukiman baru Yahudi akan disetujui pada 14 Oktober oleh Dewan Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil serdadu zionis.

Data dari kelompok tersebut, lebih dari 428.000 pemukim Yahudi tinggal di 132 permukiman ilegal dan 124 pos pemukiman di Tepi Barat.

Sejak awal tahun ini saja, serdadu telah menghancurkan lebih dari 506 bangunan warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

‘Israel’ melakukan pembongkaran rumah warga Palestina dengan dalih tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

Meskipun faktanya, penjajah selalu mempersulit pemberian “izin” tersebut untuk warga Palestina, dan memudahkannya bagi pemukim ilegal ‘Israel’. (TRT World)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kapal Perang Serdadu Tembaki Perahu Nelayan Palestina di Perairan Gaza
Ratusan Muhajirin Rohingya Unjuk Rasa Menentang Pembunuhan dan Penyiksaan di Rakhine »