HRW: ”Assad dan Putin Bertanggung Jawab Atas Komando Kejahatan Perang di Suriah”

16 October 2020, 20:15.
Warga Suriah melanjutkan kehidupan mereka di antara bangunan-bangunan yang rusak akibat peperangan di Idlib, Suriah, pada 14 Agustus 2020 [Muhammed Said / Anadolu Agency]

Warga Suriah melanjutkan kehidupan mereka di antara bangunan-bangunan yang rusak akibat peperangan di Idlib, Suriah, pada 14 Agustus 2020 [Muhammed Said / Anadolu Agency]

SURIAH (Middle East Monitor) – Pengeboman warga sipil dan infrastruktur di Provinsi Idlib oleh Rusia dan rezim Suriah dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Hal tersebut ditegaskan Human Rights Watch (HRW) dalam sebuah laporan, Kamis (15/10/2020).

Dalam laporan “Menargetkan Kehidupan di Idlib”, HRW membeberkan hasil investigasi atas serangan udara dan darat di Idlib yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Assad antara April 2019 hingga Maret 2020.

Pimpinan global HRW, Kenneth Roth, mengatakan serangan bersama oleh Rusia dan rezim Assad telah menghantam rumah sakit, sekolah, pasar, dan area permukiman.

“Bukan hanya secara tidak sengaja. Bukan saat mereka mengklaim memburu apa yang disebut sebagai ‘teroris’. Tetapi mereka (membombardir) dengan sengaja,” kata Roth.

Serangan melanggar hukum itu bertujuan untuk mengusir warga sipil dan menghancurkan kehidupan mereka, sehingga lebih mudah bagi serdadu Rusia dan Suriah untuk merebut kembali wilayah itu.

Operasi pengeboman selama hampir setahun, yang menewaskan ratusan warga sipil dan membuat satu setengah juta orang mengungsi, berakhir pada Maret tahun ini.

Saat itu rezim Assad membunuh 34 tentara Turki, yang pada perkembangannya mendorong Turki melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat tak berawak, yang menghancurkan serdadu Suriah.

Akibatnya, serangan di Idlib berhasil dipukul mundur dan kesepakatan gencatan senjata dicapai antara Rusia dan Turki yang masih berlaku secara resmi; meskipun pertempuran terus berlanjut antara rezim dan kelompok mujahidin.

Laporan HRW juga menyebutkan sepuluh nama dedengkot Rusia dan Suriah yang bertanggung jawab atas komando kejahatan perang tersebut, termasuk diktator Bashar Al-Assad dan pemimpin Rusia Vladimir Putin.

“Hanya dengan menindaklanjuti dan memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kejahatan perang ini tidak lolos dari hukuman, maka mereka akan tahu bahwa ada konsekuensi akibat menjalankan strategi kejahatan perang itu,” kata Roth. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Penjajah ‘Israel’ Tangkap 341 Warga Palestina Selama Bulan September
Berdalih untuk Cagar Alam, Penjajah ‘Israel’ Rampas 1.120 Hektar Tanah Palestina »