Pusat HAM Palestina Desak Rezim Mesir Bebaskan Nelayan yang Disekap
21 October 2020, 05:25.

Foto: IMEMC
PALESTINA (IMEMC) – Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) menyerukan kepada rezim Mesir untuk membebaskan nelayan Yaser al-Za’zu’.
Yaser al-Za’zu’merupakan satu-satunya nelayan yang selamat dalam penyerangan oleh serdadu Mesir, akhir September lalu.
Adapun dua saudaranya, Hasan al-Za’zu’dan Mahmud al-Za’zu’, terbunuh akibat tembakan serdadu Mesir terhadap kapal nelayan Palestina; yang dituduh memasuki wilayah perairan Mesir pada 25 September 2020.
Menurut PCHR, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi rezim Mesir tentang penyebab penangkapan Yaser al-Za’zu’ (18), dari Deir al-Balah – Jalur Gaza Tengah, meski 24 hari telah berlalu sejak penangkapannya.
Selain itu, tidak ada pernyataan mengenai keberadaan Yaser al-Za’zu’ atau tindakan hukum apa yang telah diambil.
Nawal Mahmoud Rizq al-Za’zu’ (55), ibu para korban, mengatakan kepada petugas lapangan PCHR bahwa keluarga telah menerima jenazah para korban pada 27 September 2020.
Namun rezim Mesir terus menahan Yaser di lokasi yang tidak diketahui, tanpa memberikan informasi kepada keluarganya tentang kondisi kesehatan terkini atau keberadaannya.
Keluarga tersebut mempublikasikan beberapa permohonan di media sosial kepada rezim Mesir dan para pemimpin Palestina untuk turun tangan guna membebaskan putra mereka.
Nawal Al-Za’zou ’menambahkan bahwa dia menerima panggilan telepon dari pejabat Palestina yang memberitahukan bahwa putranya, Yaser, terluka, tanpa informasi lebih lanjut tentang keadaan cederanya atau tempat penahanannya.
PCHR kembali menyerukan pembebasan Yaser al-Za’zu’, plus mendesak rezim Mesir untuk membuka penyelidikan serius atas insiden ini serta mengumumkan hasilnya kepada publik.
Sebelumnya diwartakan, serdadu-serdadu Mesir telah menembak dua nelayan Palestina hingga tewas, serta melukai dan menyekap seorang lainnya, Jumat (26/9/2020).
Menurut Nizar Ayyash, kepala serikat nelayan Gaza, serdadu Mesir membuntuti perahu nelayan lalu menembaki mereka setelah menyeberang ke perairan Mesir.
Ayyash mengatakan ketiga nelayan itu bersaudara dan tinggal di Deir Al-Balah, sebuah daerah di Gaza tengah.
Hasan dan Mahmud diketahui langsung meninggal. Sedangkan Yasir terluka dan disekap tanpa kejelasan di mana keberadaannya. Ketiganya dari keluarga Az-Za’zu’.
Koordinator Komite Nelayan, Zakariya Baker, mengatakan kepada Ma’an News Agency, bahwa ketiga nelayan itu mulai melaut pada Kamis (25/9/2020) malam dan ditembak pada Jumat (26/9/2020) pagi. (IMEMC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
