PM Turki : Israil Akan Menerima Hasil Perbuatanya, Kami Tak Kan Diam
8 June 2010, 01:14.

Presiden Suriah, Basyar Al Asad dan PM Turki, Recep Tayyip Erdo?an. Kedua kepala negara sependapat akan pentingnya menghukum Zionis.
Sahabatalaqsha.com-Wakalat– PM Turki, Recep Tayyip Erdo?an, yang bila ditulis dalam bahasa Indonesia menjadi Rajab Tayyib Ridwan, menegaskan bahwa alasan yang dikemukakan Israil atas serangan mereka terhadap Kafilah Kapal Kebebasan (Freedom Flotilla), “tak dapat diterima oleh siapapun. Apa yang mereka lakukan benar-benar tindakan kriminal!”
Dalam konferensi pers yang ia selenggarakan bersama pemimpin Suriah, Basyar Al Asad, di Ankara, Erdo?an menambahkan bahwa Israil berusaha menutup-nutupi tindakan brutalnya. Katanya lagi, Israil menyandarkan diri kepada negara-negara yang menopang dan selalu mendukungnya, maka tindakannya selalu berpijak pada kekerasan yang melampaui batas.
Erdo?an menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam sementara Israil terus-menerus mengerangkeng Gaza dalam “penjara raksasa.”
Erdo?an menegaskan bahwa mendobrak blokade Gaza tidaklah cukup dengan kecaman masyarakat internasional, akan tetapi harus ada komite khusus internasional untuk merealisasikannya, yang tidak membiarkan dilakukannya lagi kejahatan kemanusiaan semacam itu tanpa ada sangsi apa pun, dan harus apa tindakan yang tepat bagi kejahatan Israil.
Erdo?an berkata, “Israil akan memperoleh “harga yang pas” atas darah para syuhada Kafilah Kapal Kebebasan.” Ia menegaskan bahwa Turki akan berusaha keras mengupayakan penyelidikan internasional atas kejahatan Israil terhadap kafilah Freedom Flotilla tersebut.
Sementara itu pemimpin Republik Arab Suriah, Basyar Al Asad, menggambarkan serangan terhadap Kafilah Kapal Kebebasan sebagai kejahatan luar biasa, dan bahwa Israil telah melakukan pembunuhan brutal terhadap para aktivis kemanusiaan dengan perencanaan yang sangat rapi.
Al Asad menambahkan bahwa tujuan para aktivis kemanusiaan itu hanya menyampaikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Al Asad menegaskan bahwa rakyatnya menyampaikan rasa solidaritas yang mendalam kepada rakyat Turki yang telah kehilangan putra-putra tercinta dan sanak saudara mereka pada serangan brutal tentara Zionis tersebut.
Al Asad mengatakan, “tempat para syuhada tersebut adalah syurga. Perasaan kami akan kehilangan mereka sama saja dengan perasaan kami akan hilangnya bagian dari tanah Suriah, Palestina ataupun tanah Arab lainnya.” av/ral.
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
