Sejak Bulan Lalu, Pemerintah Bangladesh Ratakan 3.000 Lebih Warung Muhajirin Rohingya

5 January 2022, 19:06.
Foto: Tanbir Miraj/AFP/Getty Images

Foto: Tanbir Miraj/AFP/Getty Images

BANGLADESH (The Guardian) – Pemerintah Bangladesh telah meratakan lebih dari 3.000 warung milik Muhajirin Rohingya sejak bulan lalu.

Sekira 850.000 Muhajirin Rohingya berada di kamp pengungsian Bangladesh yang kelebihan kapasitas.

Mereka lari menyelamatkan diri ke sana akibat genosida dan aksi brutal yang dilakukan militer Myanmar, khususnya di tahun 2017.

Wakil Komisaris Kepengungsian Bangladesh, Shamsud Douza, Selasa (4/1/2022), mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 3.000 “warung ilegal” di kamp pengungsian telah dihancurkan.

“Jumlah warga Rohingya terus bertambah, dan mereka butuh tempat bernaung. Kami sedang membangun tempat tinggal untuk mereka di lokasi tersebut,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa lembaga-lembaga kemanusiaan akan tetap menjamin kebutuhan sehari-hari para Muhajirin Rohingya.

Akan tetapi, Khin Maung, seorang aktivis dan pemimpin komunitas Rohingya mengatakan bahwa dirubuhkannya warung-warung Rohingya tersebut sangat berdampak pada para Muhajirin.

“Keluarga-keluarga Rohingya berjumlah besar, sementara jatah makan yang diberikan kepada mereka terus berkurang. Banyak keluarga yang kemudian bergantung pada penghasilan dari warung-warung tersebut (untuk menutupi kekurangannya),” tegasnya.

Salim Ullah, salah seorang pemilik warung yang diratakan oleh Bangladesh mengatakan bahwa ia kini sangat kesulitan mencukupi kebutuhan keluarganya yang terdiri dari 8 orang.

Saad Hamadi dari Amnesty International menyebutkan bahwa kebijakan Bangladesh ini justru semakin memperparah kondisi di kamp pengungsian.

“Penghancuran warung-warung dan penutupan sekolah-sekolah rumahan kian menambah tekanan dan kesulitan para Muhajirin,” kata Hamadi.

Ia mendesak pemerintah untuk melindungi hak dan kehormatan para Muhajirin Rohingya, termasuk dengan menjamin hak mereka mendapat penghidupan. (The Guardian)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Setelah 141 Hari Mogok Makan, Hisyam Abu Hawash Segera Bebas dari Penjara Zionis
Serdadu Penjajah Hancurkan Sejumlah Tenda dan Sarana Pertanian di Khirbet Ibziq »