Yang Penting Caplok Terus Tanah Palestina, Bangun dan Perluas Pemukiman Yahudi

21 June 2009, 18:26.

Sebagian besar aktivitas pemukiman Yahudi terkonsentrasi di wilayah Ramallah, wilayah-wilayah di dalam Palestina dan dekat dengan Yerusalem Timur.
Israel memakai pekerja-pekerja Palestina -yang hampir tidak sanggup menafkahi keluarga mereka karena tingginya angka pengangguran dan kemiskinan- untuk membangun pemukiman-pemukiman Yahudi, di tanah ilegal yang dicaplok dari rakyat Palestina sendiri.
Terbeber juga dalam laporan-laporan, bahwa “pemerintah” Israel telah mencaplok gunung-gunung di Tepi Barat untuk pembangunan pemukiman-pemukiman Yahudi ke depan.
Terungkap juga semakin banyak unit dibangun, lebih banyak tawaran, tetapi rumah-rumah yang dibangun itu tetap kosong.
Israel berprinsip, yang penting caplok dulu tanah Palestina dan segera bangun dulu. Soal penghuninya, urusan belakangan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negerinya, Avigdor Lieberman, mengatakan bahwa pemukiman-pemukiman Yahudi itu tidak akan menghambat perundingan perdamaian dengan Palestina dan bahwa Israel tidak akan membungkuk di depan dunia internasional, terutama sekali tekanan AS, untuk menghentikan pembangunan dan perluasan pemukiman-pemukiman Yahudi.
Lieberman mengatakan bahwa siapa yang mengatakan pemukiman-pemukiman Yahudi itu menghambat usaha-usaha perdamaian, berarti mereka tidak serius dengan proses perdamaian.
Yang jelas, pembangunan dan peluasan pemukiman-pemukiman Yahudi itu merupakan suatu kejahatan perang karena melanggar Hukum Internasional dam Konvensi Jenewa Keempat, yang Israel adalah salah satu penandatangannya. EZ/ IMEMC.

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Pengabaian Medis Bahayakan Nyawa Tawanan Perempuan Palestina
Organisasi Ekstrim Yahudi Halangi Pengumpulan Bantuan Bagi Palestina »