Pemerintah Turkistan Timur di Pengasingan Mengutuk Sikap TWMCC yang Mendukung Genosida terhadap Bangsa Uyghur

12 January 2023, 23:16.
Hanya sebagai ilustrasi. Sumber: The Print

Hanya sebagai ilustrasi. Sumber: The Print

WASHINGTON (The Print) – East Turkistan Government in Exile (ETGE) yang berbasis di Washington, mengutuk kunjungan The World Muslim Communities Council (TWMCC) karena justru mendukung propaganda kebengisan Cina terhadap bangsa Uyghur.

“ETGE mengutuk keras kunjungan delegasi TWMCC ke Turkistan Timur yang dijajah, dan dukungannya yang tidak tahu malu terhadap narasi palsu ‘anti-terorisme dan ekstremisme’ Cina yang digunakan untuk membenarkan genosida yang sedang berlangsung terhadap warga Uyghur dan bangsa Turki lainnya,” tegas Menteri Luar Negeri ETGE, Dr Aziz Sulayman.

Pada hari Senin (9/1/2023), Global Times, corong resmi Partai Komunis Cina (PKC), melaporkan bahwa “cendekiawan Muslim” dari 14 negara mengunjungi Xinjiang dan mendukung propaganda Cina di sana.

Menurut laporan media, delegasi tersebut terdiri atas lebih dari 30 “tokoh” dan “cendekiawan” Muslim di antaranya dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Suriah, Bahrain, Tunisia, Bosnia Herzegovina, Kuwait, dan Sudan Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Ali Alnuaimi, Ketua TWMCC justru memuji sikap dan kebijakan yang dilakukan rezim komunis Cina terhadap warga Uyghur dan etnis Turki lainnya.

“Kami dengan tegas menolak upaya tak tahu malu TWMCC untuk mendukung langkah Cina dan menyamakan perjuangan Turkistan Timur untuk merebut kembali kebebasan, kemerdekaan, dan martabatnya dengan apa yang disebut ‘terorisme dan ekstremisme’,” ujar Perdana Menteri ETGE, Salih Hudayar.

“Kami menegaskan kembali bahwa Turkistan Timur bukan bagian dari Cina; tetapi sedang dijajah. Orang-orang Turkistan Timur juga tidak disebut ‘Muslim Cina’; mereka adalah Muslim di Turkistan Timur,” tambahnya.

“Kami menuntut agar TWMCC meminta maaf dan berhenti mendukung propaganda Cina untuk menjelekkan perjuangan nasional negara mayoritas Muslim di Turkistan Timur,” kata Presiden ETGE, Ghulam Yaghm.

ETGE meminta 14 negara yang mengunjungi Turkistan Timur yang dijajah; termasuk UEA, Arab Saudi, Mesir, Suriah, Bahrain, Serbia, Tunisia, dan Bosnia-Herzegovina, Kuwait, dan Sudan, untuk menentang kejahatan genosida yang sedang berlangsung terhadap bangsa Uyghur dan etnis Turki lainnya, bukannya hanyut dalam propaganda Cina dan justru mendukung perang Cina melawan Islam. (The Print)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sejak November, Tujuh Anak Muhajirin Yaman Meninggal Akibat Gelombang Dingin di Pengungsian Ma’rib
Serdadu Zionis Bunuh Dua Warga Palestina di Nablus dan Al-Khalil »