Sejak November, Tujuh Anak Muhajirin Yaman Meninggal Akibat Gelombang Dingin di Pengungsian Ma’rib

12 January 2023, 23:15.
Foto: UN

Foto: UN

YAMAN (Siasat.com) – Suhu dingin ekstrem di Provinsi Ma’rib, Yaman, telah merenggut nyawa tujuh anak di kamp-kamp pengungsian di sana, lapor Kantor Berita Xinhua.

Pejabat penanggung jawab kamp pengungsian di Ma’rib mengatakan kepada Xinhua, Selasa (10/1/2023), bahwa pemerintah mencatat, sejak pertengahan November hingga Senin (9/1/2023) yang lalu, terdapat tujuh kematian anak akibat musim dingin yang ekstrem.

Menurut laporan media, anak-anak ini tewas di sejumlah kamp pengungsian di kota Ma’rib dan Distrik Al-Wadi.

Keluarga-keluarga Muhajirin Yaman yang sebagian besar hanya tinggal di dalam tenda, sangat kesulitan akibat hawa dingin yang begitu menusuk tulang; ditambah dengan kelangkaan sumber daya yang telah lama melanda.

Yaman mengalami gelombang dingin sejak pertengahan November, dan terus meningkat selama paruh terakhir Desember, bahkan masih berlanjut hingga hari ini.

Provinsi Ma’rib, terutama daerah yang dikuasai pemerintah, merupakan lokasi kamp-kamp pengungsian terbesar di Yaman; dengan lebih dari 2.222.500 Muhajirin tinggal di kamp-kamp ini, menurut perkiraan pemerintah.

Sementara PBB mengestimasi bahwa lebih dari tiga juta warga Yaman telah mengungsi dari rumah mereka akibat peperangan yang terus berlangsung sejak akhir 2014, antara pasukan pemerintah dengan milisi syiah Houthi. (Siasat.com)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Tinggalkan Kamp, Lebih dari 110 Warga Rohingya Dijatuhi Hukuman Penjara oleh Rezim Myanmar
Pemerintah Turkistan Timur di Pengasingan Mengutuk Sikap TWMCC yang Mendukung Genosida terhadap Bangsa Uyghur »