Zionis Israel Penjarakan 70 Ribu Warga Palestina Sejak Intifadah
1 October 2010, 08:00.
Vonis 500 Tahun. Sel Sebesar Lubang Kubur…
JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Selama 10 tahun sejak Intifadah Aqsha, penjajah Zionis Israel telah menahan sekitar 70 ribu orang warga Palestina, termasuk 6.800 orang yang sampai saat ini masih dikurung di lebih dari 20 penjara dan tempat-tempat penahanan dalam kondisi menyedihkan.
Dilaporkan dari Ramallah oleh Palestinian Information Centre (PIC) bahwa sebuah pusat studi bernama The Prisoner Studies Center meluncurkan Kamis 30 September kemarin sebuah laporan menyeluruh tentang nasib para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel. Laporan ini dikeluarkan bertepatan dengan tepat 10 tahun Intifadah Aqsha.
Sebagaimana kerap dilaporkan sebelumnya, Zionis Israel memperlakukan para tawanan dengan sangat kejam. Izzet Sahin, seorang relawan dari organisasi kemanusiaan Turki, Insani Yardim Vakfi (IHH), ditangkap di Ramallah bulan Mei lalu dan dikurung berhari-hari dalam sebuah sel gelap yang hanya sebesar lubang kubur.
Sudah diketahui pula bahwa ‘pengadilan’ Israel yang sama sekali tidak adil itu kerap menjatuhkan vonis yang tidak masuk akal, termasuk menghukum para pejuang kemerdekaan Palestina dengan hukuman penjara 450 sampai 500 tahun.
The Prisoner Studies Center juga melaporkan ada sekitar 350 bocah Palestina yang sampai saat ini masih dipenjarakan di Damon, Megiddo, Hawara dan penjara-penjara lain, plus 35 tawanan perempuan di Hasyarun dan Damon. Masih ada pula 210 orang tawanan di pusat penahanan administratif yang digolongkan “kombatan ilegal” yang seharusnya sudah dibebaskan, atau ditawan tanpa tuduhan kriminal apa pun, atau pun ditawan berdasarkan undang-undang darurat Zionis.
Ada pula sejumlah politikus Palestina dan belasan tawanan yang dikurung sendirian selama bertahun-tahun, dan ada lebih dari 1000 orang tawanan yang sakit. Ada pula 750 orang tawanan perang dari Jalur Gaza dan ratusan lainnya dari Tepi Barat yang tidak boleh dikunjungi keluarga mereka selama empat tahun terakhir.
Laporan itu menyebutkan sejumlah tindakan pelanggaran hak asasi, termasuk mengurung para tawanan dalam sel tunggal dan sempit – bahkan sampai bertahun-tahun, hanya untuk kasus-kasus ringan. (OH/Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
