Dengan Todongan Senjata, Serdadu ‘Israel’ Paksa Dokter, Pasien dan Pengungsi Tinggalkan RS Al-Syifa dalam 1 Jam

18 November 2023, 19:48.

Foto: PIC (arsip)

(Al Jazeera) – Pengawas ruang gawat darurat Omar Zaqout mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serdadu ‘Israel’ memerintahkan semua orang di Rumah Sakit al-Syifa–termasuk para dokter, pasien, dan pengungsi–untuk melakukan evakuasi dari kompleks medis dalam satu jam melalui Jalan al-Wehda.

Serdadu ‘Israel’ membantah bahwa mereka memerintahkan evakuasi, dan mengklaim bahwa mereka merespons permintaan direktur rumah sakit untuk membiarkan mereka yang ingin pergi mengambil jalan keluar yang aman. Serdadu penjajah menambahkan bahwa mereka telah memberitahu petugas medis di rumah sakit bahwa mereka siap memfasilitasi pemindahan pasien.

Pernyataan ‘Israel’ itu dibantah oleh Mohammed Zaqout, direktur rumah sakit Gaza, yang bersikeras bahwa pasien dipaksa pergi dengan todongan senjata. Munir al-Barsh, direktur jenderal Kementerian Kesehatan Gaza dan Adnan al-Barsh, kepala ortopedi di rumah sakit tersebut, memberikan penjelasan yang sama.

Para pengungsi diperintahkan pada pukul 9 pagi waktu setempat untuk pergi sambil melambaikan sapu tangan putih dan berjalan dalam satu barisan, kata pejabat kesehatan.

Sekitar 450 pasien dievakuasi, sedangkan sekitar 120 pasien ditinggalkan bersama lima dokter, termasuk direktur dan beberapa perawat, karena mereka tidak bisa bergerak, kata al-Barsh.

Zaqout mengatakan, daftar pasien kritis telah diserahkan kepada Palang Merah untuk dibawa ke Mesir untuk mendapatkan perawatan, namun ia masih menunggu perkembangan terkini mengenai masalah tersebut.

Dokter Al-Barsh menambahkan bahwa penembak jitu ‘Israel’ berada di dalam dan di sekitar kompleks rumah sakit.

Ismail al-Thawabta, direktur jenderal kantor media pemerintah di Gaza, mengatakan sejumlah pasien yang terpaksa dievakuasi dari Rumah Sakit al-Syifa berada dalam kondisi kritis sehingga mereka mungkin tidak dapat bertahan dalam perjalanan ke fasilitas medis lain.

Beberapa laporan menggambarkan anggota keluarga mendorong tempat tidur rumah sakit dan kursi roda, yang lain berjalan dengan tongkat saat mereka mencoba untuk pergi lebih jauh ke selatan.

Masih tersisa pasien kritis, bayi baru lahir di RS

Berbicara kepada Al Jazeera dari al-Syifa, Direktur Mohammed Abu Salmiya mengatakan hanya dia dan beberapa orang lainnya, termasuk staf dan pasien, yang tersisa di rumah sakit terbesar di Gaza itu.

“Rumah sakit ini benar-benar sepi. Beberapa pasien dan korban yang tersisa tergeletak di koridor. Pusat rumah sakit dikelilingi oleh serdadu ‘Israel’. Mereka memegang kendali penuh. Bahkan kami, staf medis yang tersisa sangat sedikit, tidak dapat bergerak bebas,” jelas Abu Salmiya.

Ia menambahkan, banyak dari mereka yang berada dalam kondisi kritis, termasuk bayi baru lahir dan pasien ginjal, yang akan segera meninggal jika mereka tidak dievakuasi. Makanan di rumah sakit juga hampir habis. (Al Jazeera)

Video: https://x.com/QudsNen/status/1725800075534688573?t=nTM7bXVAHxNK0oNR_0R6PA&s=03

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« UPDATE Pertempuran Taufan Al Aqsha Hari ke-42, Abu Ubaidah: “Ini adalah Jihad; Menang atau Syahid!”
Serdadu ‘Israel’ Mengambil 100+ Jenazah dari Kuburan Massal Rumah Sakit Al-Syifa »