Krisis Obat-obatan Kian Parah, Sistem Kesehatan Gaza Kian Terimpit
1 January 2026, 07:14.

Foto: PIC
GAZA (PIC) – Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa sistem kesehatan di wilayah Gaza berada di ambang keruntuhan; akibat kekurangan parah obat-obatan dan perlengkapan medis.
Kondisi tersebut mengancam ribuan operasi dan perawatan penting guna menyelamatkan nyawa.
Direktur Pelayanan dan Farmasi, dr. Alaa Helles, menyebut lebih dari 10.000 operasi terancam tertunda karena blokade masuknya bantuan medis esensial.
Sebanyak 52 persen obat esensial dan 71 persen perlengkapan medis dilaporkan habis. Sementara itu, persediaan laboratorium dan bank darah defisit 59 persen. Situasi sulit tersebut pun melumpuhkan layanan diagnostik.
Layanan gawat darurat termasuk yang paling terdampak. Kekurangan cairan infus, antibiotik, dan obat penghilang rasa sakit mencapai 38 persen.
Hal ini dapat menyebabkan 200.000 pasien tidak mendapatkan perawatan gawat darurat, 100.000 pasien tidak dapat menjalani operasi, dan 700 pasien tidak dapat menjalani perawatan intensif.
Pasien kanker juga kian terimpit; dengan kekurangan obat onkologi sebesar 70 persen yang menyebabkan 1.000 pasien tidak mendapatkan perawatan. Beberapa pasien kanker bahkan telah meninggal dunia setelah tidak dapat menyelesaikan protokol terapi.
Kateterisasi jantung dan operasi jantung terbuka telah sepenuhnya dihentikan karena 100 persen obat-obatan dan perlengkapan habis pakai tidak tersedia.
Operasi ortopedi juga lumpuh. Sebanyak 99 persen prosedur yang dijadwalkan ditangguhkan karena kekurangan penstabil tulang dan perlengkapan penting lainnya.
Pelayanan kesehatan primer juga mengalami penurunan drastis, 62 persen obat-obatan hilang, menyebabkan hampir 288.000 pasien rentan terhadap stroke, serangan jantung, dan komplikasi lainnya tanpa intervensi diagnostik atau terapeutik.
Dr. Helles memperkirakan sekitar 200.000 pasien terkena dampak langsung dari kekurangan tersebut, termasuk 700 pasien perawatan intensif setiap bulan dan 10.000 pasien bedah. Ia mencatat bahwa 200.000 kasus darurat dirawat di rumah sakit setiap bulan.
200 Ribu Pasien Berisiko
Menurut dr. Helles, operasi mata juga terancam. Bahkan obat-obatan pemeriksaan dasar, seperti tetes pelebaran pupil pun tidak tersedia.
Sementara itu, layanan laboratorium lumpuh, 59 persen tes penting hilang, termasuk hitung sel darah, tes elektrolit, penentuan golongan darah, kultur bakteri, dan tes untuk pasien gagal ginjal.
Dr. Helles telah mengeluarkan seruan mendesak kepada pihak-pihak internasional dan mediator untuk segera turun tangan.
Ia memperingatkan bahwa penundaan dalam pengisian kembali persediaan akan mendorong layanan kesehatan Gaza semakin dekat dengan keruntuhan dan kelumpuhan total.
Sejak gencatan senjata Oktober 2025 lalu, penjajah hanya meloloskan 30 persen dari kebutuhan medis bulanan Gaza. Zionis terus membatasi jumlah truk pasokan medis yang diloloskan masuk ke wilayah Gaza. (PIC)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
