Erdogan: Pengakuan Zionis terhadap Somaliland Tidak Sah dan Tidak Dapat Diterima
1 January 2026, 07:15.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan di Kantor Kepresidenan Dolmabahce, Istanbul, pada 30 Desember 2025. [Presiden Turkiye/Murat Kula – Anadolu Agency]
TURKIYE (Middle East Monitor) – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa keputusan zionis ‘Israel’ mengakui Somaliland sebagai negara merdeka adalah ilegal (tidak sah) dan tidak dapat diterima.
Berbicara dalam konferensi pers bersama Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, di Istanbul, Erdogan menyatakan bahwa keamanan di Somalia telah mengalami peningkatan signifikan.
Meskipun demikian, masih terjadi berbagai upaya sabotase oleh pihak-pihak yang tidak ingin Somalia bangkit kembali.
Turkiye berencana untuk memulai operasi pengeboran pada tahun 2026, kata Erdogan. Ia optimistis kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan rakyat Somalia.
Turkiye telah menambahkan dua kapal pengeboran laut dalam baru ke armadanya, tambahnya.
Saat Somalia menghadapi ancaman terhadap integritas teritorial dan kedaulatannya, mereka telah merasakan dukungan dari Turkiye dan rakyat Turkiye, kata Hassan Mohamud.
Sikap agresif gembong zionis Netanyahu terhadap integritas teritorial Somalia tidak dapat diterima, tambahnya.
Zionis ‘Israel’ telah mengakui wilayah Somaliland yang memisahkan diri dari Somalia sebagai negara berdaulat yang merdeka pada hari Jumat (26/12/2025).
Somaliland, yang tidak mendapat pengakuan resmi sejak mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991, beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan.
Kepemimpinan di Somaliland tidak mampu memperoleh pengakuan internasional atas kemerdekaannya.
Pemerintah Somalia menolak untuk mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Mereka menganggap Somaliland sebagai bagian integral dari wilayahnya.
Pemerintah Somalia memandang setiap kesepakatan atau keterlibatan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran kedaulatan dan persatuan Somalia. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
