Dua Tahun Agresi Genosida, 32% Pemukim Ilegal ‘Israel’ Alami Gangguan Kesehatan Mental
1 January 2026, 11:04.
PALESTINA (Middle East Monitor) – Tiga puluh dua persen warga negara palsu ‘Israel’–alias pemukim ilegal zionis–mengalami gangguan kesehatan mental setelah lebih dari dua tahun agresi genosida.
Demikian hasil jajak pendapat baru yang dirilis pada hari Rabu (31/12/2025), sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency.
Temuan tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Maccabi Healthcare Services, salah satu penyedia layanan kesehatan utama di wilayah Palestina terjajah.
Yakni berdasarkan sampel representatif dari 1.100 orang berusia antara 20 dan 75 tahun, seperti dilaporkan surat kabar The Times of ‘Israel’.
Survei yang dilakukan pada bulan November tersebut menemukan bahwa 32% responden mengatakan mereka membutuhkan dukungan psikologis khusus, angka tertinggi yang tercatat sejak survei dimulai.
Di antara personel militer yang bertugas selama tahun lalu, situasinya tampak lebih parah. Sebanyak 39% responden mengatakan mereka membutuhkan dukungan kesehatan mental, 26% melaporkan kekhawatiran tentang depresi, dan 48% mengatakan mereka mengalami masalah tidur.
Kesejahteraan mental secara keseluruhan juga menurun, dengan 17% responden menggambarkan kondisi psikologis mereka sebagai rata-rata atau buruk, dibandingkan dengan 13% sebelum agresi genosida terhadap Gaza.
Data tersebut juga menunjukkan peningkatan angka merokok pada tahun 2025 karena 30% perokok mengatakan mereka meningkatkan konsumsi rokok mereka karena stres psikologis.
Data medis yang ditinjau dalam survei tersebut menunjukkan penurunan angka kelahiran sebesar 4% dibandingkan dengan tahun 2024, yang mencerminkan dampak psikologis dan sosial yang lebih luas dari perang tersebut.
Perang Gaza telah sangat membebani kehidupan sehari-hari di wilayah Palestina terjajah. Militer ‘Israel’ mengatakan pada Selasa (30/12/2025) malam bahwa 21 anggotanya mati karena bunuh diri sejak awal tahun 2025.
Kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 meredam agresi zionis selama dua tahun.
Agresi genosida tersebut telah membunuh lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 171.200 lainnya sejak Oktober 2023, dan meninggalkan wilayah tersebut dalam kepungan reruntuhan.
Meskipun disepakati gencatan senjata, serangan penjajah terus berlanjut di Gaza; yang menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menurut otoritas kesehatan. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
